Selain itu, perkembangan nilai tukar ringgit Malaysia juga membebani harga CPO. Dalam 6 bulan pertama 2025, ringgit menguat 6,35% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika mata uang Negeri Harimau Malaya terapresiasi, maka CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini? Apakah bisa bangkit berdiri atau malah melemah lagi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih bertahan di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.
RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI CPO belum jauh di atas 50, sehingga boleh dibilang cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 51. Menghuni area beli (long) tetapi tidak cukup kuat, lagi-lagi mengarah ke netral.
Hari ini, ada kemungkinan harga CPO bisa bangkit. Target resisten terdekat adalah MYR 3.994/ton yang menjadi Moving Average (MA) 10.
Pivot point berada di MYR 4.000/ton. Dari pivot point ini, harga CPO bisa menuju ke MYR 4.035-4.253/ton.
Adapun target support terdekat adalah MYR 3.946/ton. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga CPO ke arah MYR 3.878/ton sebagai support terjauh atau target paling pesimistis.
(aji)




























