"Faktor lain stok minyak mentah komersial Amerika Serikat (AS) di akhir Mei 2025 yang mengalami peningkatan sebesar 2,8 juta barel bila dibandingkan akhir April 2025," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tri Winarno lewat siaran pers, Rabu (18/6/2025).
Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik koreksi harga minyak turut dipengaruhi proyeksi penurunan permintaan yang berlanjut ke loading atau periode pengiriman di bulan Juli.
Saat itu, kilang memasuki periode turn around atau berhenti beroperasi sementara waktu.
Adapun rincian perkembangan harga minyak mentah utama pada Mei 2025 dibandingkan April 2025 adalah sebagai berikut:
1. Dated Brent turun sebesar US$3,56 per barel dari US$67,79 per barel menjadi US$64,22 per barel.
2. WTI (Nymex) turun sebesar US$2,03 per barel dari US$62,96 per barel menjadi US$60,94 per barel.
3. Brent (ICE) turun sebesar US$2,45 per barel dari US$66,46 per barel menjadi US$64,01 per barel.
4. OPEC Basket turun sebesar US$5,34 per barel dari US$68,98 per barel menjadi US$63,64 per barel.
5. Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar US$2,54 per barel dari US$65,29 per barel menjadi US$62,75 per barel.
(naw)





























