"Di sisi tempat saya berada, bagian pesawat itu tidak menabrak asrama, tetapi mendarat di lantai dasar. Ketika pintu di sisi saya pecah, saya melihat kesempatan untuk melarikan diri, jadi saya keluar. Tangan kiri saya terbakar saat api mulai menyala, tetapi saya berhasil keluar."
Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang pria berlumuran darah berjalan ke dekat lokasi kecelakaan, dikelilingi oleh kerumunan orang yang tak percaya.
#WATCH | The lone survivor in Ahmedabad plane crash, identified as Ramesh Vishwaskumar Bucharvada, reportedly jumped from the aircraft at the last moment.
— Hindustan Times (@htTweets) June 12, 2025
More details : https://t.co/VdZ9R4yP11 pic.twitter.com/sjoF7zkqsO
"30 detik setelah lepas landas, terdengar suara keras," kata Vishwaskumar kepada wartawan setempat, menurut surat kabar Hindustan Times.
"Ada mayat-mayat di sekitar saya. Saya ketakutan. Saya bangkit dan berlari. Ada serpihan pesawat di mana-mana." Media massa mengidentifikasinya warga negara Inggris berusia 40 tahun, yang berasal dari Kota Leicester.
Ini adalah kisah survival dalam kecelakaan pesawat yang menjadi bencana terburuk dalam penerbangan sipil dalam lebih dari satu dekade. Penyebab kecelakaan, yang menewaskan puluhan orang di darat saat pesawat yang penuh bahan bakar itu menabrak bangunan dan meledak menjadi kobaran api, masih belum diketahui.
Hindustan Times melaporankan dokter mengatakan luka-luka Vishwaskumar tidak mengancam nyawa. Namun, dia tampaknya masih berduka: saudaranya juga berada di dalam pesawat itu, menurut artikel tersebut.
Kisah Vishwaskumar yang selamat bertentangan dengan insiden mengerikan yang memperpanjang serangkaian kecelakaan penerbangan mematikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kecelakaan lainnya, termasuk tabrakan di udara antara helikopter militer dan pesawat sipil di atas Washington DC pada Januari, yang tidak menyisakan korban selamat. Hanya dua orang yang selamat dari tabrakan Boeing 737 dengan pembatas landasan pacu di Korea Selatan pada Desember.
Vishwaskumar mungkin bisa memberikan petunjuk berharga tentang penyebab kecelakaan. Tim penyelamat masih menyisir puing-puing untuk mencari kemungkinan korban selamat di antara orang-orang di darat, selain data teknis seperti perekam suara dan data krusial yang merekonstruksi momen-momen terakhir penerbangan nahas itu.
Penumpang beruntung itu duduk di baris 11 di kursi jendela sebelah kiri, baris pertama di kelas ekonomi yang terletak tepat di belakang pintu darurat. Pesawat Air India 787 Dreamliner biasanya menampung 256 penumpang dalam konfigurasi dua kelas, dengan 18 kursi di kelas bisnis dan 238 kursi di kelas ekonomi.
Pada pesawat yang lebih kecil seperti Boeing 737, nomor kursi tersebut sering dihindari oleh penumpang yang berpengalaman karena biasanya agak menjauh dari jendela, sehingga tidak memberikan pemandangan luar.
Bagi Vishwaskumar, kursi dan kedekatannya dengan pintu darurat mungkin telah menyelamatkan nyawanya.
(bbn)































