Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, Amri mengatakan, perseroannya turut mendorong pengeboran 1 sumur eksplorasi pada blok Beluga, wilayah kerja (WK) eksplorasi lepas pantai berdekatan dengan blok South Natuna Sea Block B.

Amri berharap pengeboran sumur eksplorasi itu bisa menghasilkan produksi yang signifikan untuk perseroan mendatang. Di sisi lain, blok itu relatif berdekatan dengan fasilitas eksisting perseroan di lepas pantai Natuna.

“Harapannya kami bisa mulai pengeboran eksplorasi di situ tahun ini,” kata dia.

Melansir dari laporan tahunan MEDC, South Natuna Sea Block B mencatatkan produksi rata-rata mencapai 33 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) bruto dan 13,2 mboepd bersih sepanjang 2024.

Sementara itu, Madura Offshore yang terdiri atas 3 lapangan gas produksi, Maleo, Peluang dan Meliwis mencatatkan produksi bruto pada 2024 mencapai sebesar 4,4 mboepd dan produksi bersih sebesar 3,2 mboepd.

Adapun, Blok A Aceh menyumbang produksi rata-rata sebesar 8 mboepd bruto atau 6,8 mboepd bersih.

Aset blok migas PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) di Indonesia per 2024. Sumber : Laporan Tahunan 2024 MEDC

Sebelumnya, MEDC meluncurkan proyek onstream dari lapangan Terubuk dan Forel, bagian dari Blok South Natuna Sea Block B bulan lalu. Kedua lapangan ini bakal menyumbang tambahan produksi sebesar 20.000 barrel oil per day (bopd) dan 60 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

Sampai kuartal pertama 2025, MEDC mencatatkan produksi migas sebesar 143 mboepd, relatif di bawah panduan produksi pada rentang 145 mboepd sampai dengan 150 mboepd.

Koreksi produksi itu disebabkan karena penurunan musiman pada permintaan gas dan kegiatan pemeliharaan terjadwal di Lapangan Senoro dengan biaya produksi kas per unit U$8,4 per barrel oil equivalent (boe).

Laba Medco Kuartal I-2025 Ditekan Rugi Amman Mineral 

Dari sisi kinerja keuangan, MEDC mencatat laba bersih sebesar US$17,62 juta atau sekitar Rp293,73 miliar (asumsi kurs Rp16.666 per dolar AS) sepanjang kuartal I-2025.

Torehan itu terkoreksi 76,13% dari capaian laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya di angka US$72,65 juta atau sekitar Rp1,23 triliun (asumsi kurs Rp16.129 per dolar AS).

Manajemen MEDC menerangkan koreksi laba bersih itu disebabkan karena rugi bersih yang dicatat pada portofolio bisnis tambang, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) selama periode 3 bulanan 2025.

Posisi rugi AMMN, kongsi keluarga Panigoro dengan grup Salim itu, mencapai US$138,76 juta atau sekitar Rp2,32 triliun (asumsi kurs Rp16.666 per dolar AS) sepanjang kuartal I-2025.

Padahal, AMMN masih mencatat untung US$129,05 juta atau sekitar Rp2,08 triliun (asumsi kurs Rp16.129 per dolar AS) periode 3 bulanan 2024.

Merosotnya pendapatan bersih AMMN itu disebabkan karena larangan ekspor konsentrat yang berimbas pada minimnya penjualan tembaga dan emas pada kuartal I-2025. AMMN hanya membukukan penjualan tembaga dan emas masing-masing US$247.000 dan US$1,87 juta.

“Kami senang dapat melaporkan EBITDA yang solid pada kuartal I-2025, hasil ini mencerminkan kekuatan fundamental dan kinerja operasional perseroan,” kata CEO MEDC Roberto Lorato lewat keterangan resmi dikutip Sabtu (31/5/2025).

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Maret 2025, MEDC mencatatkan pendapatan sebesar US$548,88 juta pada kuatal I-2025, lebih tinggi dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya di angka US$544,17 juta.

Sementara itu pendapatan keuangan tercatat sebesar US$11,58 juta, susut dari akun periode yang sama tahun sebelumnya di angka US$12,22 juta.

Di sisi lain, MEDC mencatatkan beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya sebesar US$331,19 juta, naik 2,3% dari beban periode yang sama tahun sebelumnya di angka US$323,75 juta.

(naw)

No more pages