Logo Bloomberg Technoz

Qantas Tutup Jetstar Asia Gegara Biaya Bandara Changi Naik

News
11 June 2025 18:20

Penumpang Qantas Airlines./Bloomberg- Brendon Thorne
Penumpang Qantas Airlines./Bloomberg- Brendon Thorne

Angus Whitley dan Danny Lee – Bloomberg News

Bloomberg- Qantas Airways Ltd. mengumumkan penutupan operasional anak usahanya yang berbasis di Singapura, Jetstar Asia. Salah satu alasan pentupan ini adalah lonjakan biaya yang "tidak berkelanjutan" di Bandara Changi.

Keputusan ini akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja sekitar 500 karyawan. Jetstar Asia selama ini mengalami tekanan kerugian yang terus meningkat. Sejak berdiri 21 tahun lalu. Pesawar berbiaya rendah milik Qantas ini hanya membukukan laba pada enam tahun pertama. Kenaikan biaya bandara, termasuk tarif baru yang diterapkan Changi sejak 1 April untuk mendanai proyek pengembangan senilai SG$3 miliar , memperburuk tekanan keuangan perusahaan.


"Lonjakan biaya terjadi di seluruh ekosistem operasional kami, dan tarif bandara menjadi bagian dari faktor tersebut. Ini jelas berdampak pada bisnis," ujar CEO Jetstar Group, Stephanie Tully, dalam konferensi pers hari Rabu.

Dalam pernyataan resminya, Qantas menjelaskan bahwa Jetstar Asia akan menghentikan seluruh penerbangan pada 31 Juli mendatang. Keputusan ini memungkinkan Qantas membebaskan modal hingga AU$500 juta untuk mendukung program pembaruan armada maskapai induk. Sebanyak 13 unit Airbus A320 milik Jetstar Asia akan dialihkan ke Australia dan Selandia Baru sehingga dapatmembuka 100 lapangan kerja baru di kawasan tersebut.