Qantas Akui Data Pelanggannya Telah Dicuri-Dibocorkan di Internet
News
13 October 2025 20:05

Jason Gale-Bloomberg News
Bloomberg, Qantas Airways Ltd. mengatakan bahwa data pelanggan yang dicuri selama insiden siber pada Juli telah dipublikasikan secara online, dan bahwa perusahaan sedang bekerja sama dengan ahli keamanan dan otoritas Australia untuk menentukan sejauh mana data tersebut terpapar.
Insiden tersebut melibatkan 5,7 juta catatan yang diambil melalui platform pihak ketiga, dengan sebagian besar informasi terbatas pada nama, alamat email, dan detail program frequent-flyer, kata maskapai tersebut.
Sebagian kecil lainnya mencakup alamat, tanggal lahir, nomor telepon, jenis kelamin, dan preferensi makanan, kata Qantas dalam pernyataan pada akhir pekan llau.
Qantas menegaskan bahwa tidak ada data kartu kredit, paspor, atau detail login yang diakses, dan tidak ada dampak pada akun frequent-flyer.






























