Trump sebelumnya mengatakan dia tidak akan mengizinkan Iran untuk terus memproduksi material tersebut. Sementara itu, Teheran sebelumnya menyebut tuntutan itu sebagai titik perselisihan.
Pernyataan Trump ini menyusul panggilan telepon pada Senin pagi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di mana keduanya membahas perundingan nuklir dan perang di Gaza.
Trump berjanji akan menghentikan Teheran untuk memperoleh senjata nuklir, tetapi Netanyahu skeptis terhadap upaya diplomatik untuk membatasi ambisi nuklir Iran.
Pada Mei, Trump mengatakan ia memberi tahu Netanyahu bahwa serangan militer terhadap Iran "tidak tepat dilakukan saat ini" karena akan membahayakan negosiasi yang menurutnya hampir mencapai kesepakatan.
The New York Times melaporkan bahwa Israel sedang mempertimbangkan serangan terhadap situs nuklir Iran, langkah yang telah diperingatkan oleh para pejabat di Teheran akan memicu respons dan menggagalkan perundingan nuklir.
Ketegangan antara Israel dan Iran sudah memanas sejak perang di Gaza dimulai dan di tengah serangan Israel terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran.
Perang di Gaza juga menjadi titik panas lain yang menjadi prioritas utama, setelah Israel memutuskan untuk mengintensifkan operasi militernya terhadap Hamas.
Israel telah berperang dengan Hamas sejak 7 Oktober 2023, ketika kelompok tersebut melancarkan serangan mendadak yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menahan 250 sandera. Lebih dari 50 sandera tersebut masih berada di Gaza, dan Israel yakin sekitar 20 sandera di antaranya masih hidup.
Trump mengatakan situasi di Gaza menjadi salah satu poin pembahasan dalam panggilan telepon tersebut.
"Kami membahas banyak hal, dan semuanya berjalan sangat baik, sangat lancar," kata Trump.
Respons Israel yang ditujukan untuk memberantas Hamas dari Gaza telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan memicu krisis kemanusiaan. Israel mengontrol pengiriman bantuan kemanusiaan yang terbatas ke penduduk Gaza, yang berjumlah sekitar 2 juta orang, dan menuduh Hamas mengalihkan bantuan yang dibutuhkan melalui sistem distribusi sebelumnya.
Perang tersebut juga memicu lonjakan kekerasan antisemit di AS, termasuk serangan dengan bom molotov dan senjata api terhadap demonstran di Colorado yang sedang berdemonstrasi untuk mendukung sandera Israel di Gaza.
Pemerintahan Trump memanfaatkan kekhawatiran tentang antisemitisme, termasuk gelombang protes di kampus-kampus atas perang tersebut, untuk menekan universitas-universitas agar merombak kebijakan mereka.
Pekan lalu, Trump mengumumkan larangan perjalanan baru, dengan menilai serangan teror di Boulder, Colorado, sebagai pembenaran atas kebijakan imigrasi yang keras dan peningkatan deportasi pemerintahannya.
(bbn)




























