Logo Bloomberg Technoz

Mengulik Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S25 Edge

News
05 June 2025 07:07

Samsung Galaxy S25 Edge. (Halie Chavez/Bloomberg)
Samsung Galaxy S25 Edge. (Halie Chavez/Bloomberg)

Chris Welch-Bloomberg News

Bloomberg, Satu dekade yang lalu, Apple Inc, Samsung Electronics Co. dan produsen smartphone lainnya bertarung untuk hal yang sama: membuat ponsel setipis mungkin. Namun industri ini kemudian berubah, dengan para raksasa teknologi yang berfokus pada daya tahan baterai yang lebih lama, layar lebih terang, dan chip tercepat. Hal itu menciptakan sebuah perangkat yang lebih tebal.

Sekarang tahun 2025 dan perang mengenai ketipisan ponsel pintar kembali terjadi. Dari merek-merek besar, Samsung memulai dengan Galaxy S25 Edge yang baru. Ponsel ini hadir hanya beberapa bulan sebelum Apple diperkirakan akan merilis iPhone yang sama tipisnya.


Momen ini terasa seperti jeda sebelum perangkat yang dapat dilipat pada akhirnya menjadi populer. Tapi kita belum sampai pada titik itu. Seri Galaxy Z yang dapat dilipat dari Samsung, Pixel Fold dari Google, jajaran Razr yang dibangkitkan kembali dari Motorola, atau yang lainnya belum berkontribusi besar, karena harganya yang mahal dan keraguan konsumen akan daya tahan. Secara keseluruhan, penjualan smartphone tetap datar, menunjukkan bahwa banjir fitur kecerdasan buatan (AI) dari produsen seluler belum membujuk pembeli untuk melakukan upgrade.

Untuk saat ini, para produsen perangkat kembali ke ponsel tipis karena tidak adanya ide yang lebih inovatif.

Uji Perangkat

Samsung Galaxy S25 Edge. (Halie Chavez/Bloomberg)