Logo Bloomberg Technoz

Investasi dari China Dorong Kawasan Industri Jabodetabek

Lisa Listiani
04 June 2025 21:00

Ilustrasi Gedung Pusat Data atau Data Center. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Gedung Pusat Data atau Data Center. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Meski aktivitas pengembangan kawasan industri di Jabodetabek masih berjalan moderat hingga awal tahun ini, sejumlah wilayah mulai menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, terutama Subang. Kehadiran Pelabuhan Patimban serta masuknya investor asal China dari sektor kendaraan listrik menjadikan kawasan ini sebagai alternatif baru bagi kawasan industri mapan seperti Bekasi dan Karawang.

Laporan Colliers Indonesia mencatat, total penjualan lahan industri pada kuartal I-2025 mencapai 54,06 hektare. Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, namun masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Greenland International Industrial Center (GIIC) mencatatkan volume transaksi terbesar sebesar 14,2 hektare. Mayoritas diserap oleh dua pemain data center seluas 12,2 hektare, sementara sisanya digunakan oleh perusahaan pengolahan makanan.


"Permintaan lahan masih didorong oleh sektor data center. Setelah itu diikuti oleh industri tekstil, peralatan kantor, bahan bangunan, makanan, serta logistik dan pergudangan," ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia dalam siaran media, Selasa (4/6/2025). Ia memperkirakan sektor data center dan logistik akan tetap menopang kinerja kawasan industri sepanjang tahun ini.

Meski belum signifikan, tren ekspansi di Jabodetabek tetap tumbuh positif. Permintaan datang dari investor global, terutama dari China. Lokasi yang mengarah ke timur dan barat Jakarta, seperti Subang, Karawang, dan Serang, diperkirakan menjadi kantong-kantong pertumbuhan baru industri.