Logo Bloomberg Technoz

"Waktu KTT ASEAN kita juga ngobrol dan mendengar, ternyata pengaruhnya bagi masing-masing [negara] besar. Bahkan, banyak eksportir yang cenderung masih menunggu," tutur dia.

Menurut Busan, eksportir tak cuma sekadar menunggu ekspor ke Amerika saja, tetapi juga masih dalam fase wait and see untuk melakukan ekspor ke negara lain. Terlebih saat ini,  masih belum ada kejelasan terkait tarif tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat sebesar US$160 juta per April 2025, sekaligus menjadi yang terendah secara bulanan (month-to-month/mtm) sejak Mei 2020 atau dalam 5 tahun terakhir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, penyebab utama susutnya surplus neraca dagang tersebut karena penurunan nilai ekspor 10,77% dibandingkan dengan Maret 2025 dan peningkatan impor 8,8% (mtm).

Meski demikian, lanjut dia, neraca dagang RI masih surplus selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, yang masih ditopang oleh komoditas nonmigas, meliputi bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta besi dan baja.

"Secara bulanan, surplus April 2025 ini merupakan surplus terendah sejak Mei 2020," ujar Pudji dalam konferensi pers, belum lama ini.

(ell)

No more pages