Logo Bloomberg Technoz

Defisit Dagang Awal Tahun RI ke China Makin Lebar

Mis Fransiska Dewi
01 April 2026 12:10

Ilustrasi ekspor impor atau ekonomi China. (Bloomberg)
Ilustrasi ekspor impor atau ekonomi China. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan defisit perdagangan nonmigas Indonesia dengan China tembus ke level US$5,23 miliar sepanjang Januari-Februari 2026.

Menurut hitung-hitungan BPS, Indonesia mencatat ekspor nonmigas mencapai US$10,46 ke China pada periode tersebut. Hanya saja, impor nonmigas dari China melonjak ke level US$15,68 miliar pada awal tahun ini.

“Defisit China didorong oleh mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, kendaraan dan bagiannya,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers, Rabu (1/4/2026).


Selain China, dua negara lain penyumbang defisit nomigas terdalam neraca dagang Indonesia di antaranya Australia dan Singapura.

Indonesia mencatat defisit sebesar US$1,58 miliar dengan Australia akibat logam mulia dan perhiasan, serealia dan bahan bakar mineral.