Logo Bloomberg Technoz

Konsumsi bahan pangan juga tercatat meningkat, dari 854 ribu ton menjadi 889 ribu ton. Jika dilihat secara yoy hingga Maret, total konsumsi dalam negeri mencapai 6.049 ribu ton atau naik 6,04% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5.704 ribu ton.

Konsumsi pangan tercatat 2.501 ribu ton atau naik 4,41% dari tahun lalu, oleokimia mencapai 554 ribu ton atau naik 0,9%, dan biodiesel sebesar 2.994 ribu ton atau meningkat 8,49% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi ekspor, volume pengiriman produk sawit Indonesia pada Maret 2025 mencapai 2.878 ribu ton, naik 75 ribu ton dari Februari yang sebesar 2.803 ribu ton. Kenaikan ekspor terjadi pada hampir semua produk, kecuali CPO mentah yang justru mengalami penurunan dari 246 ribu ton pada Februari menjadi 169 ribu ton pada Maret.

Peningkatan tertinggi terjadi pada ekspor olahan PKO yang melonjak dari 112 ribu ton menjadi 167 ribu ton atau naik 49,15%. Ekspor olahan palm oil (PO) juga meningkat menjadi 2.128 ribu ton dari 2.079 ribu ton, sementara ekspor oleokimia naik dari 364 ribu ton menjadi 407 ribu ton.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor ke China, India, Pakistan, dan Bangladesh tercatat mengalami penurunan . Ekspor ke China menurun dari 434 ribu ton menjadi 384 ribu ton, India dari 387 ribu ton menjadi 271 ribu ton, Pakistan dari 361 ribu ton menjadi 234 ribu ton, dan Bangladesh dari 194 ribu ton menjadi 147 ribu ton.

Sementara itu, ekspor ke wilayah Uni Eropa meningkat dari 298 ribu ton menjadi 343 ribu ton, ke Amerika Serikat dari 153 ribu ton menjadi 249 ribu ton, dan ke Timur Tengah dari 113 ribu ton menjadi 159 ribu ton.

Nilai ekspor pada Maret 2025 tercatat sebesar US$3.283 juta atau sekitar Rp54,1 triliun, naik 2,84% dari nilai ekspor Februari 2025 yang sebesar US$ 3.192 juta atau sekitar Rp52,15 triliun.

Data Gapki. (Gapki)

Peningkatan nilai ini didorong oleh kenaikan harga CPO dari US$1.232 per ton pada Februari menjadi US$1.251 per ton (cif Rotterdam), serta penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dari Rp16.338 per dolar pada Februari menjadi Rp16.474 per dolar pada Maret.

Dengan peningkatan produksi, konsumsi, dan ekspor yang telah dijelaskan, maka stok akhir Maret 2025 tercatat sebesar 2.036 ribu ton, atau turun 213 ribu ton dari bulan sebelumnya yang sebesar 2.249 ribu ton.

(rtd/ros)

No more pages