Logo Bloomberg Technoz

Rupee juga melemah hingga 0,18%, dengan dolar Taiwan dan won Korsel masing-masing lesu 0,16% dan 0,12%. Mata uang Tiongkok yakni yuan di pasar offshore maupun lokal juga tergerus 0,05% dan 0,01%. Hanya dolar Hong Kong yang masih sedikit menguat 0,01%.

Rupiah terhindar dari kemerosotan valuta non dolar hari ini di pasar spot karena bursa sedang libur peringatan hari keagamaan.

Namun, di pasar offshore, rupiah Non Deliverable Forward (NDF), merosot 0,19% menyentuh level Rp16.340/US$. Level itu lebih lemah dibanding posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.290/US$.

Gambaran itu memberikan petunjuk, bila pasar keuangan RI buka hari ini, kemungkinan besar rupiah spot juga akan tertekan oleh sentimen global dari kisruh tarif AS.

Melansir Bloomberg News, US Court of International Trade memutuskan bahwa kebijakan tarif bea masuk yang digaungkan Presiden Donald Trump ilegal.

Pengadilan memutuskan memblokir seluruh kebijakan tarif bea masuk. Tarif dasar, kenaikan tarif bea masuk bagi impor dari China dan berbagai negara, serta tarif bea masuk terkait fentanyl bagi China, Kanada, dan Meksiko, semuanya diblokir oleh pengadilan.

Pemerintah AS telah mengajukan banding atas keputusan tersebut. Putusan final dan mengikat nantinya akan dikeluarkan oleh Mahkamah Agung.

Pemblokiran tarif bea masuk, jika terus berlangsung, maka akan membuat arus perdagangan menjadi lebih lancar.

Dunia usaha AS bisa lebih leluasa melakukan impor, tanpa khawatir diganjar bea masuk tinggi. Konsumen juga diuntungkan, karena bisa menikmati barang dan jasa dengan harga yang lebih murah.

Hal itu menaikkan minat investor global pada aset-aset di pasar keuangan negara maju, terutama AS.

Indeks saham berjangka AS, S&P 500 dan Nasdaq 100 naik 1,6% dan 2% setelah keputusan tersebut. Indeks saham Eropa juga naik 1,4%. 

Sementara yield US Treasury siang ini terpantau naik di semua tenor dengan kenaikan imbal hasil terbanyak dicatat oleh tenor menengah 5Y sebesar 5,2 basis poin.

Di Asia, mayoritas bursa saham juga bergairah di zona hijau karena sentimen keputusan tarif oleh pengadilan tersebut. Indeks Nikkei Jepang naik hampir 2%, begitu juga Hang Seng juga naik 0,9%, disusul indeks Kospi yang juga ditutup naik 1,89%.

Namun, bursa di Asia Tenggara, seperti di Malaysia dan Singapura, juga Filipina, terperosok di zona merah. Hanya bursa saham Thailand yang masih hijau sejauh ini.

(rui)

No more pages