Logo Bloomberg Technoz

Buntut Kelesuan Daya Beli, Kinerja Industri Minuman Kian Terpuruk

Sultan Ibnu Affan
14 May 2025 15:50

Ilustrasi Minuman Soda Kaleng Coca Cola (Envato)
Ilustrasi Minuman Soda Kaleng Coca Cola (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kinerja industri minuman ringan saat ini makin terperosok, sebagai imbas dari adanya penurunan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan, sejak semester II-2024, industri ini hanya tumbuh 1,2%, jauh dari tahun sebelumnya yang masih tumbuh 3,2%.

"Ini dikarenakan beberapa tantangan signifikan seperti terus menurunnya daya beli masyarakat, tekanan inflasi pada komponen industri, ketegangan dagang global dan kebijakan baru dari Amerika Serikat," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/5/2025).


Merrijantij mengatakan tren penurunan kinerja industri minuman tersebut perlu menjadi perhatian bersama lantaran industri makanan dan minuman (mamin) menyumbang sekitar 40% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas, serta 6,92% dari PDB nasional.

Pekerja mengemas produk minuman instan di salah satu pabrik di Cikupa, Banten, Selasa (5/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Secara volume, kata dia, produk air minum dalam kemasan (AMDK) juga mendominasi pangsa pasar dalam negeri mencapai 62%, dibanding produk kopi dan teh kemasan 15%, hingga minuman energi yang sebesar 18%.