Logo Bloomberg Technoz

Kemarin, harga minyak kedelai di bursa Dalian (China) naik 0,08%. Sementara di Chicago Board of Trade (Amerika Serikat/AS) bertambah 0,02%.

Sedangkan harga minyak biji bunga matahari naik 0,49%. Adapun harga minyak rapeseed melejit 1,76%.

Saat harga minyak nabati pesaing makin mahal, maka keuntungan untuk beralih ke CPO menjadi meningkat. Permintaan CPO naik, harga pun mengikuti.

Faktor kedua adalah perkembangan nilai tukar mata uang ringgit Malaysia. Kemarin, mata uang Negeri Harimau Malaya melemah 0,61% terhadap dolar AS.

CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit terdepresiasi, maka CPO menjadi lebih murah buat investor yang memegang mata uang lain.

Analisis Teknikal

Bagaimana dengan perkiraan harga CPO hari ini? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO sebenarnya masih tersangkut di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 45. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun, indikator Stochastic RSI sudah berada di 86. Berada di area beli (long) yang kuat, bahkan sudah jenuh (overbought) karena di atas 80.

Dengan kenaikan yang sudah cukup pesat, harga CPO bisa saja mundur teratur. Ada kemungkinan harga akan menguji target support di rentang MYR 3.878-3.852/ton.

Sedangkan target resisten terdekat adalah MYR 3.949/ton. Penembusan di titik itu berpotensi mengangkat harga CPO ke arah MYR 4.021/ton.

(aji)

No more pages