Logo Bloomberg Technoz

Kendati begitu, Prasetyo juga menyatakan pemerintah tengah memperbaiki iklim investasi di Tanah Air dengan melakukan deregulasi aturan yang menghambat proses investasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Mensesneg mengaku menghormati ramalan yang diterbitkan oleh IMF. Namun, dirinya menegaskan pemerintah tetap percaya diri bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh dengan baik.

“Jadi tidak ada masalah klo ada pandangan dari IMF, tapi kita percaya diri, kita yakin  dengan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, para teman-teman saudara-saudara kita buruh, para pekerja dan masyarakat mari kita bersama-sama kita bangun ekonomi kita ke depan dengan penuh optimisme,” kata dia.

Dana Moneter Internasional atau IMF dan Bank Dunia atau World Bank (WB) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2025 dalam laporan terbaru. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi 5,1% yang disampaikan pada laporan sebelumnya.

Jika terwujud, maka pertumbuhan ekonomi 4,7% pada 2025 dan 2026 akan menjadi yang paling rendah setelah 2021. Kala itu, pertumbuhan ekonomi Tanah Air tumbuh 3,69% secara kumulatif.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap akan mencapai sekitar 5% pada 2025, di tengah ada ancaman dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap akan mencapai sekitar 5%," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (24/4/2025).

Sri Mulyani mengatakan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang disampaikan oleh IMF masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Sekadar catatan, proyeksi pertumbuhan ekonomi dari IMF untuk Thailand adalah 1,8% untuk 2025; Vietnam sebesar 5,2% untuk 2025; Filipina sebesar 5,5% untuk 2025 dan Meksiko -0,3% pada 2025.

(azr/roy)

No more pages