Neraca dagang Indonesia dengan AS sepanjang Februari 2025 mencapai US$1,57 miliar. Setelah AS, tiga besar mitra dagang dimana Indonesia mengalami surplus, India senilai US$1,27 miliar dan Filipina senilai US$753,3 juta.
"Komoditas penyumbang surplus Februari 2025, negara Amerika Serikat tentu surplus didorong mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian dan asesoris (rajutan) dan alas kaki," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, saat menyampaikan rilis neraca dagang Indonesia Februari 2025, Senin (17/3/2025).
Pemerintah AS di bawah komando Presiden Donald Trump resmi mengesahkan tarif bea masuk baru yang bersifat resiprokal. Artinya, semakin tinggi surplus perdagangan yang dinikmati suatu negara terhadap Negeri Paman Sam akan dikenakan tarif lebih tinggi.
Dengan tarif baru ini, minimal bea masuk yang harus dibayar untuk suatu produk masuk ke AS adalah 10%. Seluruh negara akan merasakannya, mulai dari Asia, Eropa, hingga Afrika. Tidak pandang bulu.
"Selama bertahun-tahun, rakyat Amerika yang bekerja keras hanya bisa menyaksikan negara-negara lain menjadi kaya dan berkuasa, sebagian besar dengan mengorbankan kita. Sekarang giliran kita untuk makmur," tegas Trump dalam acara di Rose Garden, Gedung Putih, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Tarif bea masuk baru akan berlaku terhadap sekitar 60 negara. Tarif baru akan berlaku mulai akhir pekan ini.
Indonesia menjadi salah satu negara yang diganjar tarif bea masuk baru. Dalam skema ini, tarif terhadap produk made in Indonesia adalah 32%.
(dov/spt)





























