“Dengan komitmen untuk terus menghadirkan solusi yang berkeadilan dan transparan, pemberian BHR ini disesuaikan dengan kapasitas finansial perusahaan agar tetap berkelanjutan,” tegas dia.
Ade menyampaikan bahwa BHR tersebut akan diterima mitra yang memenuhi kriteria mulai 22 - 24 Maret 2024, melalui saldo GoPay masing-masing pengemudi.
“Dengan pembagian kategori ini, BHR diberikan secara tepat sasaran, memastikan apresiasi bagi Mitra Driver yang aktif dan terus berkontribusi dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” kata dia.
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto mendengar bahwa pengemudi ojek online (ojol) akan menerima BHR sekitar Rp1 juta per orang pada hari raya Idulfitri mendatang. Meskipun begitu, Prabowo tetap memberikan imbauan agar bonus tersebut dinaikkan.
“Pemerintah juga memberikan perhatian khusus ke pengemudi-pengemudi online saya mendengar mereka akan terima 1 juta tiap pekerja,” kata Prabowo dalam pidato di Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jumat (21/3/2025).
“Tapi saya mengimbau pengusaha swastanya, kalau bisa ya ditambahlah. Ini mengimbau, kalau mengimbau kan boleh, tidak ada paksaan,” lanjut Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa permintaan kenaikan bonus hari raya tersebut hanya berupa imbauan belaka, bukan perintah yang harus dijalani oleh perusahaan penyedia jasa ojek daring tersebut.
Menurut dia, para pengusaha juga harus memahami bahwa para pekerjanya berkontribusi besar dalam memberikan keuntungan bagi bisnis yang dijalankan sang pengusaha. Dengan begitu, Prabowo menilai para pengusaha juga perlu memerhatikan para pekerjanya.
“Tapi kalau Presiden menghimbau ya, mengimbau, karena pengusaha harus tahu, kalau masa yang bagus dia untung-untung, ya dia juga harus memperhatikan para pekerjanya. Justru para pekerja ini yang memberi keuntungan bagi dia,” tegas dia.
(ain)





























