Logo Bloomberg Technoz

Starmer menyampaikan pernyataan ini menjelang pertemuan virtual pada Sabtu (15/03/2025), di mana ia akan berdiskusi dengan sekitar 25 pemimpin dunia untuk membahas dukungan bagi Ukraina. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan tatap muka yang digelar Starmer bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada awal bulan. Pertemuan tersebut menyusul langkah mengejutkan pemerintahan Trump yang secara langsung membuka pembicaraan dengan Putin, yang mengejutkan para sekutu Eropa.

Menurut pernyataan dari Downing Street, para pemimpin dari beberapa negara Eropa, Australia, Kanada, dan Selandia Baru diperkirakan akan bergabung dalam diskusi tersebut. Pembahasan akan mencakup opsi lebih rinci terkait misi penjaga perdamaian untuk menegakkan setiap perjanjian damai yang dicapai dengan Rusia. Starmer juga akan menegaskan pentingnya komitmen konkret dari negara-negara yang hadir.

Para pemimpin ini berencana segera menyampaikan proposal mereka kepada Trump, dengan harapan dapat meyakinkan AS untuk memberikan jaminan keamanan dalam bentuk dukungan udara, intelijen, dan pengawasan perbatasan, tanpa harus mengirim pasukan Amerika sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian. Rusia sendiri telah menegaskan penolakannya terhadap kehadiran pasukan dari negara anggota NATO di Ukraina setelah perang berakhir. Selain itu, Moskow juga menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah tertentu, menyatakan netralitas secara resmi, dan melakukan demiliterisasi.

Laporan Bloomberg pekan ini mengungkap bahwa pejabat keamanan Barat menilai Putin telah menetapkan tuntutan maksimal terkait wilayah dan pasukan penjaga perdamaian—tuntutan yang ia ketahui sulit dipenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa Rusia siap melanjutkan perang jika keinginannya tidak dipenuhi.

“Putin berusaha mengulur waktu dengan mengatakan bahwa perlu ada kajian mendalam sebelum gencatan senjata bisa dilakukan. Namun, dunia membutuhkan tindakan nyata, bukan studi panjang, janji kosong, atau persyaratan yang tidak masuk akal,” tegas Starmer. “Pesan saya kepada Kremlin sangat jelas: hentikan serangan brutal terhadap Ukraina, sekali dan untuk selamanya.”

(bbn)

No more pages