Logo Bloomberg Technoz

Kenapa? Karena kilangnya lebih compact, economic scale-nya lebih kecil. Nah, itu akan bisa menjadi tantangan tersendiri. Jadi enggak semudah itu.” 

Kilang pada malam hari./Bloomberg-Buddhika Weerasinghe

Hitung Cermat

Menurut Moshe, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perlu berhitung dengan cermat serta memahami tantangan pembangunan kilang di Tanah Air. Proyek kilang di Indonesia selama ini dinilai problematik, terefleksi dari nihilnya kilang baru yang berhasil dirampungkan hingga saat ini.

“Itu harus dipelajari dahulu. Kenapa sih? Jadi jangan kita koar-koar mau bangun ini, mau bangun itu, tetapi kita enggak memahaminya di belakang itu, tantangannya itu apa,” ujarnya. 

Saat ini, hampir 90% dari kapasitas pengolahan minyak di Indonesia dikuasai oleh kilang Pertamina dengan kumulatif kapasitas terpasang sebesar 1,03 juta bph. Pertamina mengoperasikan enam kilang, yaitu; Refinery Unit (RU) II Dumai, RU III Plaju, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, RU VI Balongan, dan RU VII Kasim.

Keyakinan Investor

Di sisi lain, Moshe menekankan pemerintah juga perlu mengevaluasi ihwal sejumlah investor yang menarik diri dalam beberapa proyek kilang di Tanah Air. Pemerintah perlu meyakinkan investor agar bisa berinvestasi di proyek kilang Indonesia. 

“Karena kuncinya di situ, kalau kita mau pakai duit sendiri, enggak akan bisa. Itu luar biasa biayanya.”

Menteri ESDM Bahlil awal pekan ini mengumumkan berubahan rencana pembangunan kilang baru yang sebagian akan didanai oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) itu.

“Tadi kami melakukan rapat untuk membahas implementasi teknis, di mana salah satu yang kami bahas adalah fokus pada refinery,” ujarnya di kompleks Istana Negara seusai rapat terbatas, Senin (10/3/2025) malam.

“[Rencana] yang tadinya kita akan bangun kurang lebih sekitar 500.000 bph, karena kita impor sekitar 1 juta bph, [sehingga] tadi ada terjadi perubahan, akan kita banggun nanti [kapasitasnya kumulatifnya] 1 juta bph,” lanjut Bahlil.

Dia mengelaborasi perubahan rencana tersebut tidak hanya menyangkut kenaikan kapasitas terpasang dari kilang baru yang akan dibuat, tetapi juga lokasi yang disasar.

Tadinya, pemerintah berencana membangun satu kilang berkapasitas 500.000 bph, tetapi kini proyek tersebut akan disebar menjadi beberapa kilang yang dibangun di berbagai tempat, seperti di wilayah Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Hal itu, kata Bahlil, dilakukan agar sejumlah wilayah memiliki kilang dan terjadi pemerataan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM).

(wdh)

No more pages