Di sisi lain, Jasa Marga disebutnya juga telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran mudik tahun ini.
"Salah satunya memang pelayanan informasi yang kami lakukan adalah dengan informasi yang sudah kami miliki secara teknologi itu bisa melalui aplikasi Travoy untuk para pengguna jalan, dan juga kami memiliki teknologi ITS yang kami miliki ada di Common Center."
"Itu bagaimana kami bisa mengolah informasi yang kami dapat dari jalan, dari CCTV, dari petugas, dari semua teknologi yang kami miliki. Lalu bisa diolah untuk bisa menjadi salah satunya informasi yang diterima oleh masyarakat dan juga diolah kami bersama dengan pihak kepolisian," ujar Lisye.
Peningkatan kapasitas jalur dan optimalisasi rest area juga menjadi perhatian utama. Sejumlah rest area akan diperluas, dengan tambahan petugas, alur masuk-keluar yang lebih baik, serta penambahan SPBU modular untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar darurat bagi pemudik.
Selain kesiapan infrastruktur, dukungan teknologi juga menjadi faktor penting dalam arus mudik 2025. Google Maps pada kesempatan tersebut turut berkolaborasi dengan Korps Lalu lintas (Korlantas), Jasa Marga, dan Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan terintegrasi bagi para pemudik.
Strategic Partnerships Development Manager Google Maps Indonesia Galuh Rohmah menjelaskan bahwa Google Maps akan menyediakan informasi terkini terkait kebijakan diskresi Korlantas, termasuk penerapan sistem satu arah atau contra flow saat mudik dan balik.
Selain untuk pengguna kendaraan pribadi, Google Maps mengaku telah mengintegrasikan jadwal kereta jarak jauh KAI termasuk nama kereta dan rute perjalanan, guna mempermudah akses informasi bagi pemudik yang memilih moda transportasi umum.
Lebih lanjut, Google Maps klaim menyediakan data lokasi rest area, SPBU, serta bengkel darurat yang bekerja sama dengan pihak swasta, guna memastikan pemudik mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan selama perjalanan.
"Harapannya adalah Google di sini memastikan bahwa Google Maps bisa menjadi bantuan masyarakat untuk pulang ke rumah dengan nyaman, dengan tepat waktu sampai waktu yang direncanakan dan juga saat mereka kembali ke tempat sebelumnya," kata Galuh.
(prc/wep)





























