"Jangan sampai kita juga [Komdigi] terlalu gegabah, tiba-tiba memblok DeepSeek, [karena] mungkin ada banyak juga orang yang terbantu dengan DeepSeek," terangnya.
DeepSeek sendiri merupakan perusahaan AI asal China yang didirikan pada tahun 2023 di Hangzhou oleh Liang Wenfeng. Perusahaan ini mengembangkan model bahasa besar (LLM) open-source yang dirancang untuk menyaingi model-model terkemuka, seperti ChatGPT dari OpenAI.
Komentar Bos DeepMind Google Atas Modal Murah DeepSeek: Berlebihan dan Sesat
Bahkan DeepSeek-R1 diklaim memiliki kinerja setara dengan model terkemuka lainnya, tetapi biaya pengembangannya jauh lebih rendah.
Model ini dikembangkan dengan anggaran sekitar US$6 juta (sekitar Rp97 miliar), jauh lebih sedikit dibandingkan dengan ratusan juta hingga miliaran dolar yang dihabiskan oleh pesaing, seperti OpenAI dan Anthropic.
Adapun berkaitan dengan penggunaan AI, pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengumumkan keberhasilan pemerintah dalam menciptakan data tunggal masyarakat Indonesia.
Langkah ini disebutnya menjadi tonggak sejarah setelah berbagai upaya sebelumnya mengalami kegagalan dalam menyatukan data dari berbagai sektor.
"Saya sendiri hari ini, sebagai Menteri Koordinator bersama berbagai kementerian, baru saja menuntaskan apa yang selama ini gagal kita lakukan, yaitu membuat data tunggal masyarakat Indonesia," jelas Cak Imin.
"Kita pernah gagal menciptakan Single Identity Number, juga gagal menyatukan data dari berbagai sektor. Namun hari ini, kita sebagai bangsa telah berhasil menyatukan semua perbedaan data tersebut."
Dengan Single Identity Number ini, pemerintah memastikan bahwa tidak ada lagi KTP ganda maupun KTP yang tidak aktif. Bahkan, ditemukan jutaan KTP non-aktif yang sebelumnya belum teridentifikasi.
Peran AI dalam Era Percepatan Digital
Muhaimin turut menekankan bahwa era data tunggal ini membutuhkan teknologi kecerdasan buatan sebagai bagian integral dari upaya percepatan layanan publik dan pengelolaan data yang lebih efisien.
"Kesadaran akan pentingnya data tunggal membawa kita ke era baru, di mana AI menjadi bagian integral dalam mempercepat pemanfaatan teknologi. Hal ini bertujuan agar pemerintah dapat lebih produktif dalam melayani kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti peran para pakar teknologi dalam mengembangkan solusi identitas berbasis AI yang dapat menjembatani kesenjangan digital. Teknologi ini memiliki potensi besar dalam memastikan keamanan identitas digital, melindungi privasi, memperluas akses keuangan, dan memperkuat layanan publik.
"Inovasi AI dan identitas digital memberdayakan semua komunitas kita, memperkuat masyarakat kita, membawa masa depan yang lebih cerah bagi seluruh anak bangsa dan seluruh manusia di tingkat dunia," pungkasnya.
Pemerintah Indonesia sendiri bersama dengan sejumlah perusahaan teknologi yang tergabung dalam Indonesia Technology Alliance resmi meluncurkan koneksi nirkabel atau Wireless Fidelity (WiFi) 6E dan WiFi 7 di Indonesia.
Teknologi WiFi 6E dan WiFi 7 menawarkan kecepatan hingga 46 Gbps, latensi lebih rendah, dan performa andal di lingkungan padat pengguna. Teknologi ini mendukung inovasi seperti video ultra-HD, komputasi awan, realitas virtual (VR/AR), dan otomatisasi berbasis AI.
"Transformasi digital tidak bisa menunggu. Dengan regulasi baru ini, kami memastikan bahwa infrastruktur digital Indonesia siap menghadapi masa depan," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
"Dengan pembukaan spektrum 6 GHz ini, Indonesia menjadi salah satu pionir di Asia Pasifik dalam mengadopsi WiFi 6E dan WiFi 7. Ini akan membawa peningkatan signifikan dalam kecepatan dan keandalan koneksi internet di seluruh negeri," sambungnya.
Dalam adopsi teknologi WiFi 6E dan WiFi 7 pemerintah telah menerbitkan regulasi terkait penggunaannya:
- Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 mengenai penggunaan spektrum frekuensi radio berdasarkan izin kelas.
- Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 12 Tahun 2025 tentang spektrum frekuensi radio berdasarkan izin kelas dan standar teknis alat/perangkat telekomunikasi untuk jaringan area lokal radio (Radio Local Area Network).
Teknologi AI dipercaya sebagai bagian dalam percepatan digitalisasi di Indonesia. Namun hal tersebut membutuhkan fokus tambahan yaitu pengembangan talenta lokal dan kapabilitas, kata Vikram Sinha Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT).
(wep)



























