Logo Bloomberg Technoz

"Volatilitas menjadi cerita utama pekan ini, dengan pasar saham berusaha menemukan pijakannya di tengah kebijakan tarif yang berubah-ubah dan laporan keuangan perusahaan yang beragam," ujar Daniel Skelly, Kepala Riset Pasar & Strategi Manajemen Kekayaan di Morgan Stanley.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh laporan terbaru yang menunjukkan permintaan layanan di AS lebih lemah dari perkiraan. Indeks jasa dari Institute for Supply Management (ISM) turun menjadi 52,8 pada Januari, dari 54 pada akhir 2024. Pelemahan ini mengindikasikan aktivitas ekonomi dapat melambat dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan meningkatnya kehati-hatian konsumen akibat biaya hidup yang masih tinggi.

Di sisi lain, data terpisah menunjukkan bahwa tingkat perekrutan di perusahaan AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada Januari. Data ini menjadi indikator penting menjelang laporan ketenagakerjaan yang sangat dinantikan pada Jumat.

Pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) masih mencermati perkembangan pasar tenaga kerja sebagai acuan untuk menurunkan suku bunga tahun ini. Kenaikan cepat tingkat pengangguran pada musim panas lalu menjadi salah satu faktor utama yang mendorong The Fed menurunkan suku bunga sebesar satu poin persentase pada 2024. Namun, pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan Gubernur The Fed Jerome Powell menyebutnya sebagai "cukup stabil" dalam pernyataan pekan lalu.

Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di tengah kekhawatiran pasokan yang ketat, sementara harga minyak AS turun lebih dari 2% pada Rabu.

Arab Saudi juga menaikkan harga minyak mentah andalannya, Arab Light, ke pasar Asia sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak Timur Tengah dan meningkatnya margin kilang.

Di kawasan Asia, sejumlah data ekonomi yang akan dirilis meliputi neraca perdagangan Australia serta data inflasi dari Vietnam dan Thailand. Bank of Japan juga dijadwalkan memberikan pernyataan melalui pejabatnya, Naoki Tamura, pada Kamis. Sementara di Eropa, Bank of England diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%.

Di tengah ketegangan perdagangan global, China mengajukan protes ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap kebijakan tarif 10% yang diberlakukan AS atas barang-barang impornya. Dalam dokumen yang diedarkan pada Rabu, China menyebut langkah AS sebagai "tindakan yang didasarkan pada tuduhan tidak berdasar dan keliru."

Meskipun pasar saham AS menguat, saham Alphabet Inc mencatat penurunan terbesar dalam lebih dari setahun setelah laporan keuangannya mengecewakan. Penurunan ini memberikan tekanan pada indeks yang mencerminkan kinerja "Magnificent Seven" — kelompok saham teknologi raksasa AS.

Saham Advanced Micro Devices Inc. juga merosot 6,3% akibat proyeksi keuangan yang mengecewakan. Sementara itu, saham Qualcomm Inc naik setelah memberikan perkiraan penjualan yang optimistis, sementara Arm Holdings Plc justru memberikan proyeksi yang lebih hati-hati.

Di sektor otomotif, Ford Motor Co memperingatkan bahwa laba perusahaan dapat turun.

Sementara itu, saham Nvidia Corp mengalami kenaikan tetapi masih jauh dari rekor tertingginya bulan lalu. Sebelumnya, nilai pasar Nvidia anjlok hingga setengah triliun dolar AS akibat munculnya DeepSeek sebagai ancaman baru di sektor kecerdasan buatan.

Investor kawakan dan penjual saham pendek legendaris, Jim Chanos, memperingatkan bahwa risiko terbesar yang dihadapi pasar AS dalam enam hingga dua belas bulan ke depan kemungkinan berasal dari peristiwa yang sulit diprediksi.

"Risiko sebenarnya akan datang dari sesuatu seperti DeepSeek—sesuatu yang tiba-tiba muncul dan mengubah cara berpikir orang," ujar Chanos dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada Rabu. "Secara definisi, kita tidak tahu apa itu."

(bbn)

No more pages