Logo Bloomberg Technoz

Pada 1960, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya pindah ke Jakarta untuk mengembangkan usaha keluarga Sosrodjojo kepada masyarakat di Ibu Kota.

Lalu pada 1965, usaha memperkenalkan Teh Cap Botol ini dilakukan dengan melakukan strategi Cicip Rasa, yakni mendatangi pusat-pusat keramaian seperti pasar. Lalu mulai memasak dan menyeduh teh langsung di tempat, tetapi cara ini kurang berhasil. 

Kemudian teh tidak lagi diseduh langsung di pasar, melainkan dimasukkan ke dalam panci-panci besar, untuk selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil, karena teh yang dibawa sebagian besar tumpah dalam perjalanan dari kantor ke pasar.

Akhirnya secara tidak disengaja, ditemukan ide untuk membawa teh yang telah diseduh di kantor dan dikemas ke dalam botol bekas kecap atau limun yang sudah dibersihkan. 

Pada 1969, muncul gagasan untuk menjual teh siap minum atau ready to drink tea dalam kemasan botol dengan nama Tehbotol Sosro. Nama tersebut diambil dari nama teh seduh “Teh Cap Botol“ dan nama keluarga pendiri yakni “Sosrodjojo”. Desain yang digunakan mengalami tiga kali perubahan yakni, versi pertama pada 1969, versi kedua pada 1972, dan versi ketiga pada 1974.

Selain di dalam negeri, PT Sinar Sosro juga merambah pasar internasional dengan mengekspor produk-produk one way packaging/non-botol beling ke beberapa negara di Asia, Amerika Serikat, Eropa, Afrika, Australia dan Kepulauan Pasifik.

Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sejak 27 November 2004, PT Sinar Sosro bernaung di bawah perusahaan induk atau disebut dengan holding company yaitu PT Anggada Putra Rekso Mulia atau Grup Rekso.

(dov/frg)

No more pages