Logo Bloomberg Technoz

Bisnis yang dipimpin oleh perempuan juga 15% lebih mungkin untuk berkinerja lebih baik dan memiliki potensi kapitalisasi pasar tambahan mencapai US$5,9 triliun.

Dalam laporan ini turut terungkap lima tantangan utama yang dihadapi oleh pengusaha perempuan dalam mengakses pendanaan, termasuk keterbatasan kesempatan untuk berjejaring, kesulitan dalam menyusun pitch deck yang sesuai dengan keinginan investor, dan kurangnya informasi yang disesuaikan mengenai pilihan pendanaan.

Tantangan-tantangan ini semakin diperburuk oleh bias gender dan ketidaksesuaian antara model bisnis yang dipimpin perempuan dengan kriteria investor. 

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, analisis lantas dilakukan dengan mengidentifikasi tiga pilar utama yakni; pemerintah dan organisasi harus menyediakan platform mentoring dan pengetahuan yang disesuaikan untuk pengusaha perempuan, pengusaha perempuan perlu secara aktif terlibat dalam pengembangan diri untuk menghadapi tantangan pendanaan dan bisnis, serta mereka harus proaktif mencariopsi pendanaan yang sesuai dengan model bisnis mereka.
 
"Keberagaman gender bukan hanya sebuah nilai. Ini adalah katalisator untuk kemajuan ekonomi dan sosial," ujar Samira Shihab, Principal di AC Ventures dan  Founder Stellar Women."

"Pemberdayaan perempuan bukanlah sekadar misi. Ini adalah langkah penting untuk masa depan yang lebih cerah dan adil," terang Samira Shihab.

"Komitmen kami untuk mendukung pengusaha perempuan adalah inti dari strategi investasi kami, dan whitepaper ini sejalan banget dengan visi kami untuk mendorong pertumbuhan inklusif di ekosistem wirausaha Indonesia," sambung dia.

(wep)

No more pages