Logo Bloomberg Technoz

Sesuai Undang-undang No. 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba), pemerintah juga harus mengalokasikan dana ketahanan cadangan yang akan digunakan untuk memetakan daerah mana saja yang belum dieksplorasi. 

Sembari mengupayakan eksplorasi, Tri menyebut, Indonesia tidak tabu jika harus mengimpor nikel untuk memenuhi tingginya permintaan industri di dalam negeri. Meski Indonesia sendiri merupakan produsen nikel terbesar di dunia. 

“Sekarang apa masalahnya dengan impor sih? Selalu saya tanyakan, masalahnya di mana? Loh, China itu cadangan batu baranya sampai 75 miliar ton, tetapi dia masih impor, enggak ada masalah,” tegasnya.

Kementerian ESDM mendata total cadangan bijih nikel mencapai 5,32 miliar ton dan cadangan logam nikel 56,11 juta ton per 2024, di mana Maluku Utara menjadi provinsi dengan jumlah cadangan yang paling banyak.

Cadangan bijih nikel mencapai 5,32 miliar ton ini terdiri dari 60% saprolit dan 40% limonit.

Saprolit merupakan nikel kadar tinggi dan banyak diolah melalui sistem rotary kiln electric furnace (RKEF). Nikel ini menghasilkan produk berupa nickel pig iron (NPI), feronikel (FeNi), atau nickel matte untuk bahan baku baja nirkarat alias stainless steel.

Sementara itu, limonit merupakan nikel kadar rendah yang umumnya diolah melalui sistem high pressure acid leaching (HPAL) untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) yang dibutuhkan untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Sebaran sumber daya nikel di Indonesia./dok. Kementerian ESDM

Dalam paparannya di Komisi XII DPR RI medio November, Tri juga menjelaskan total sumber daya bijih nikel adalah 18,55 miliar ton dan total sumber daya logam nikel adalah 184,6 juta ton.

"Nikel itu secara nasional sumber daya ada 18,55 miliar ton, sedangkan cadangan itu untuk bijih sendiri ada 5,325 miliar, untuk [cadangan] logam ada 56 juta ton," ujarnya.

Tri menjelaskan Maluku Utara memiliki cadangan bijih nikel dan logam nikel terbesar di Indonesia yakni masing-masing 1,86 miliar ton dan 19,09 juta ton. Sementara itu, sumber daya bijih dan logam nikel masing-masing sebesar 5,71 miliar ton dan 72,03 juta ton.

Sulawesi Tenggara merupakan provinsi kedua dengan cadangan bijih dan logam nikel terbesar di Indonesia, yakni masing-masing 1,68 miliar ton dan 18,16 juta ton. Sementara, sumber daya bijih dan logam nikel masing-masing sebanyak 6,26 miliar ton dan 64,7 juta ton

Sulawesi Tengah merupakan provinsi ketiga dengan cadangan bijih dan logam nikel terbesar di Indonesia, yakni masing-masing 805,22 juta ton dan 9,07 juta ton. Sementara itu, sumber daya bijih dan logam nikel masing-masing sebesar 3,04 miliar ton dan 32,54 juta ton.

-- Dengan asistensi Mis Fransiska Dewi

(wdh)

No more pages