Logo Bloomberg Technoz

3 Faktor Pendapatan Negara Loyo: Restitusi, Komoditas & Bea Cukai

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 May 2024 19:00

Febrio Nathan Kacaribu. (Tangkapan layar via Instagram @febriokacaribu)
Febrio Nathan Kacaribu. (Tangkapan layar via Instagram @febriokacaribu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai pendapatan negara pada kuartal I 2024 yang mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding kinerja periode yang sama tahun lalu.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan pertumbuhan pendapatan negara melambat karena adanya situasi yang menantang dari berbagai sisi ekonomi. 

“Salah satunya karena banyak dunia usaha yang melakukan restitusi pajak, ini bantuan pemerintah. Kalau dia melihat situasi menantang, dia lakukan restitusi, maka itu diberikan dan itu bantuan pemerintah kepada dunia usaha. Sebab lain adalah harga komoditas dan kepabeanan dan cukai,” kata Suahasil dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional, Senin (6/5/2024).

Meskipun begitu, Wamenkeu mengatakan belanja negara tumbuh positif berkat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada ekonomi RI. Seperti adanya belanja pemerintah untuk pelaksanaan pemilihan umum (pemilu), penyaluran perlindungan sosial yang meningkat akibat sudah tertatanya data penerima yang pada tahun lalu masih dalam penyesuaian.

“APBN akan bekerja terus seperti itu untuk bisa menjadi shock absorber [peredam] bagi perekonomian kita,” ucapnya.