Logo Bloomberg Technoz

BPS Ungkap Dampak Insentif PPN Properti pada Pertumbuhan Ekonomi

Sultan Ibnu Affan
06 May 2024 15:50

Suasana perumahan mewah terbengkalai kawasan komplek industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana perumahan mewah terbengkalai kawasan komplek industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal I 2024 tumbuh 5,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) yang sebesar 5,04%.

Salah satu yang turut menopang pertumbuhan tersebut, berdasarkan lapangan usaha dengan kontribusi terbesar yakni sektor jasa konstruksi yang menyumbang 10,23%, tumbuh 7,59% secara tahunan.

Namun, untuk sektor Real Estate terbilang masih belum menyumbang porsi besar terhadap kenaikan produk domestik bruto (PDB) Indonesia, atau hanya sebesar 2,43%, tumbuh tipis 2,54% secara tahunan.

Padahal, pemerintah telah memberikan insentif bebas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sejak November 2023 lalu.

"Cakupan kategori Real Estate yang ada di dalam PDB di sisi produksi antara lain isinya adalah persewaan bangunan, sewa ruangan, cottage, pengelolaan perumahan, fee penjualan properti dan termasuk owner occupied welling (OOD). yaitu imputasi sewa rumah yang dimiliki sendiri," ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (6/5/2024).