Logo Bloomberg Technoz

Israel Minta AS Cegah ICC Rilis Surat Penangkapan Netanyahu

Redaksi
30 April 2024 08:10

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu saat konferensi pers di Tel Aviv, Israel, Senin (10/4/2023). (Kobi Wolf/re)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu saat konferensi pers di Tel Aviv, Israel, Senin (10/4/2023). (Kobi Wolf/re)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menurut laporan di beberapa media Israel, Amerika Serikat merupakan bagian dari upaya diplomatik terakhir untuk mencegah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pejabat Israel lainnya.

Dalam situs berita Walla, dilansir Times of Israel, analis Ben Caspit menulis bahwa Netanyahu "berada di bawah tekanan yang tidak biasa" atas kemungkinan dikeluarkannya surat perintah penangkapan terhadap dirinya dan warga Israel lainnya oleh pengadilan PBB di Den Haag, yang akan menjadi kemerosotan besar dalam status internasional Israel.

Netanyahu memimpin "upaya tanpa henti melalui telepon" untuk mencegah surat perintah penangkapan, yang difokuskan terutama pada pemerintahan Presiden AS Joe Biden, tulis Caspit.

Analis Haaretz, Amos Harel, menulis bahwa pemerintah Israel bekerja di bawah asumsi bahwa jaksa penuntut ICC, Karim Khan, mungkin minggu ini akan mengeluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan Kepala Staf IDF, Herzi Halevi.

Amerika Serikat, yang seperti Israel, tidak termasuk di antara 124 negara yang menandatangani Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional, telah terlibat dalam upaya untuk memblokir surat perintah penangkapan tersebut, menurut Harel.