Logo Bloomberg Technoz

Geliat Impor Saat Lebaran 2024: Daya Beli Lemah Masih Jadi Momok

Pramesti Regita Cindy
10 April 2024 09:20

Kapal kontainer milik Meratus Waingapu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta./Bloomberg-Dimas Ardian
Kapal kontainer milik Meratus Waingapu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mengatakan persoalan daya beli masyarakat yang belum pulih menjadi tantangan tersendiri bagi para importir, terlebih dalam menghadapi di momentum Idulfitri 1445 H/Lebaran 2024.

Ketua Umum GINSI Subandi mengatakan, meskipun omzet para importir cenderung meningkat saat periode menjelang Lebaran, tantangan dan kendala daya beli masyarakat yang dihadapi tersebut masih hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Daya beli masyarakat masih belum pulih dan hampir setiap mau Lebaran masyarakat lebih memilih memprioritaskan belanja kebutuhan pokok dan barang-barang konsumtif untuk memenuhi kebutuhan Lebaran," ungkap Subandi kepada Bloomberg Technoz, baru-baru ini.

"Kendalanya juga hampir sama karena ada aturan pembatasan angkutan barang yang mengakibatkan tersendatnya kebutuhan industri," sambungnya.

Dalam momentum Lebaran 2024, pemerintah menerapkan libur panjang selama 10 hari terhitung sejak 6 April sampai dengan 15 April 2024. Tak terlepas dari isu itu, masa libur panjang ini juga akan menjadi kendala terlebih bagi kegiatan impor.