Logo Bloomberg Technoz

Jababeka Diproyeksikan jadi Kawasan Industri untuk Startup

Krizia Putri Kinanti
18 March 2023 16:16
PT Jababeka Tbk melalui Kawasan Industri Jababeka di Cikarang mengincar sektor industri perdagangan elektronik atau e-commerce. (Dok. Jababeka)
PT Jababeka Tbk melalui Kawasan Industri Jababeka di Cikarang mengincar sektor industri perdagangan elektronik atau e-commerce. (Dok. Jababeka)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten properti PT Jababeka Tbk melalui Kawasan Industri Jababeka di Cikarang meresmikan pengembangan baru Kawasan Industri Jababeka Ecommerce di Cikarang, Jawa Barat.

Direktur Jababeka Hyanto Wihadhi mengatakan Jababeka Ecommerce Industrial Park merupakan sebuah lahan dengan pengembangan tahap awal seluas 40 hektar dan ditujukan sektor industri startup, seperti bisnis marketplace, shopping mall, toko online B2C, dan toko online sosial media.

“Jababeka terus berinovasi dalam memberikan layanan dan kebutuhan dunia industri. Kami meresmikannya sebagai upaya salah satu pengembangan bisnis yang kami rencanakan pada 2023,” kata Hyanto dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (18/3/2023).

Menurutnya Jababeka Ecommerce Industrial Park memiliki keunggulan, yaitu didukung dengan kemudahan aksesibilitas dan konektivitasnya dengan kota-kota besar di Indonesia. Di mana terkoneksi dengan akses 4 tol (KM 28, KM 29, KM 31, dan KM 34,7). 

Kawasan tersebut juga disokong oleh pembangkit listrik mandiri yang sanggup menyuplai 1000 MW, Waste Water Treatment Plant & Water Treatment Plant yang mampu mengolah limbah dan memberikan air bersih hingga 72.600 m3 per hari. Selain itu juga pusat solusi logistik Cikarang Dry Port yang merupakan perpanjangan dari Pelabuhan Tanjung Priok, jaringan serat optic (fiber optic) 5G berkecepatan tinggi, pelayanan investasi satu pintu: J-FAST, keamanan 24 jam, hingga heli commuter.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pembangunan kawasan tersebut. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengatakan pembangunan kawasan industri untuk startup sejalan program Startup4Industry (S4I) yang diinisiasi oleh Kemenperin sejak tahun 2017. Tujuan program S4I ini mencari para pelaku startup supaya bisa menjadi penyedia solusi teknologi bagi sektor IKM maupun industri besar yang sedang punya kendala di teknologi.

“Sejak 2017, jumlah peserta dari program S4I sudah hampir 900 startup. Kami berharap, dengan adanya Startup Industrial Cluster di Jababeka, mereka bisa bertemu dengan mitra atau calon yang akan mengimplementasikan solusi teknologinya,” ujarnya.

(krz/evs)