Logo Bloomberg Technoz

Realisasi Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2024: Rp22,9 T

Dovana Hasiana
22 February 2024 19:40

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konfrensi pers APBN KITA. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konfrensi pers APBN KITA. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai pada Januari 2024 adalah Rp22,9 triliun atau sebesar 7,1% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Perinciannya, bea masuk sebesar Rp3,9 triliun atau 6,7% dari target APBN 2024, bea keluar sebesar Rp1,2 triliun atau sebesar 6,6% dari APBN 2024, dan cukai sebesar Rp17,9 triliun atau sebesar 7,3% APBN 2024.  

“Untuk bea masuk penerimaan sampai Januari terutama berhubungan dengan impor yang mengalami sedikit pelemahan, tetapi juga karena tarif efektif kita juga sebenarnya menurun,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Februari 2024, Kamis (22/2/2024).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, penerimaan bea masuk sampai dengan Januari 2024 dipengaruhi tarif efektif sebesar 1,38%, utilisasi Free Trade Agreement (FTA) 35%, dan rata-rata kurs dolar Amerika Serikat (US$) sebesar Rp15.526. 

Suahasil menjelaskan, penerimaan bea keluar sampai dengan Januari 2024 dipengaruhi faktor harga komoditas dan kebijakan pemerintah. Pertama, bea keluar (BK) tembaga dengan share 87,1% sebesar Rp1 triliun didorong relaksasi ekspor komoditas tembaga. Kedua, bea keluar (BK) produk sawit dengan share 10,1% sebesar Rp117,8 miliar yang utamanya dipengaruhi penurunan harga.