Logo Bloomberg Technoz

Investor China Gelap Mata, Serbu Produk ETF Jepang yang Berisiko

News
17 January 2024 15:30

Bursa Jepang, pasar saham Asia. (dok Kiyoshi Ota/Bloomberg)
Bursa Jepang, pasar saham Asia. (dok Kiyoshi Ota/Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Investor China mengabaikan peringatan dari manajer investasi untuk menghindari produk ETF (exchange-traded fund/ETF) Jepang. ETF dari Jepang tersebut menawarkan imbal hasil lebih tinggi karena mereka mengejar keuntungan di saham.

Salah satu produsk ETF dair Jepang AMC Nomura Nikkei 225 ETF naik 10% setelah perdagangan dilanjutkan pada pukul 10:30 waktu setempat. Saham ini disuspensi selama satu jam karena diperdagangkan dengan premi 9,5% di atas nilai aset dasar pada Selasa (16/1/2023), yang memicu kekhawatiran dari manajer reksa dana.

China Asset Management Co menyatakan bahwa harga transaksi di pasar sekunder jauh lebih tinggi daripada nilai bersih referensi saham reksa dana, yang mengakibatkan premi yang substansial. Mereka juga mengingatkan bahwa jika investor berinvestasi secara membabi buta, mereka bakal menghadapi konsekuensi serius.

China AMC Nomura Nikkei 225 ETF (Dok: Bloomberg)

Para investor lokal di China, yang terkena dampak penurunan yang berkepanjangan di pasar saham domestik, mencari perlindungan di pasar saham Jepang yang tumbuh pesat karena indeks Nikkei 225 mencapai level tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Sementara itu, Indeks CSI 300 di China telah mencapai level terendah sejak 2019 karena kekhawatiran atas pemulihan ekonomi dan kurangnya katalis.