Logo Bloomberg Technoz

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp418 T, Mayoritas pada Bank BUMN

Redaksi
19 June 2026 05:40

Bank Indonesia. (Rosa Panggabean/Bloomberg)
Bank Indonesia. (Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengaku telah menggelontorkan insentif likuiditas makroprudensial kepada bank senilai Rp418,1 triliun sampai pekan pertama Juni 2026. Mayoritas penerima ialah bank-bank milik negara.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan optimalisasi kebijakan tersebut dilakukan untuk mendorong kredit perbankan ke sektor prioritas. 

"Berdasarkan alokasinya, insentif pada lending channel tercatat sebesar Rp355,6 triliun, sedangkan interest rate channel sebesar Rp62,5 triliun," demikian tertulis dalam laporan hasil Rapat Dewan Gubernur BI periode Juni 2026, dikutip Jumat (19/6/2026).


Berdasarkan kelompok bank, insentif likuiditas makroprudensial disalurkan kepada bank BUMN sebesar Rp209,6 triliun. Kemudian, bank umum swasta nasional sebesar Rp169,9 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp30,8 triliun, dan kantor cabang bank asing sebesar Rp7,8 triliun.

Secara sektoral, insentif likuiditas telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor pertanian, industri, dan hilirisasi. Kemudian, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif, sektor konstruksi, real estate, dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi, dan berkelanjutan.