Logo Bloomberg Technoz

Yen Jatuh ke Level Terendah Sejak 2024, Jepang Bersiap Intervensi

News
18 June 2026 12:00

Uang kertas 10.000 yen Jepang diatur untuk difoto di Tokyo, Jepang, Jumat (10/5/2024). (Noriko Hayashi/Bloomberg)
Uang kertas 10.000 yen Jepang diatur untuk difoto di Tokyo, Jepang, Jumat (10/5/2024). (Noriko Hayashi/Bloomberg)

Mia Glass, John Cheng dan Anya Andrianova - Bloomberg News

Bloomberg, Para pelaku pasar yang memantau pergerakan mata uang kini berada dalam posisi siaga satu mengantisipasi risiko intervensi dari otoritas moneter Jepang. Langkah ini mencuat setelah nilai tukar yen menyentuh level terendahnya terhadap dolar AS sejak Juli 2024.

Mata uang Jepang tersebut sempat melemah hingga 0,2% ke posisi 160,80 per dolar AS pada perdagangan Rabu, sebelum akhirnya bergerak di kisaran 160,70 pada Kamis (18/6) pagi di Tokyo. Kejatuhan yen sepanjang malam dipicu oleh reli kuat mata uang dolar AS, seiring langkah para pelaku pasar yang meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) bakal menaikkan suku bunga acuan mereka tahun ini.


“Rapat The Fed memberi sinyal adanya pergeseran kebijakan yang lebih hawkish,” ujar Andrew Hazlett, seorang trader valuta asing di Monex Inc. “Hal ini memicu penguatan dolar AS dan telah menyeret yen ke level di mana intervensi pasar sudah mutlak harus dipertimbangkan.”

Para investor masih dilanda kecemasan bahwa Bank of Japan (BOJ) kemungkinan tidak menaikkan biaya pinjaman dengan cukup cepat untuk mengendalikan inflasi dan meredam tekanan pada mata uangnya, bahkan setelah mereka menaikkan suku bunga acuan pada hari Selasa lalu. Dalam konferensi pers setelah rapat, Deputi Gubernur BOJ Shinichi Uchida menyatakan bahwa nilai tukar valuta asing memang penting bagi perekonomian, namun menegaskan hal itu bukanlah target kebijakan langsung dari bank sentral.

Grafik pergerakan Yen. (Sumber: Bloomberg)