Efek Sinyal Hawkish The Fed, Bursa Asia Bersiap Memerah
News
18 June 2026 06:40

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham dan obligasi di Asia bersiap mengekor kejatuhan Wall Street. Kondisi ini terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal kuat bahwa suku bunga acuan kemungkinan masih harus naik demi mengendalikan inflasi.
Kontrak berjangka indeks saham untuk pasar Jepang, Korea Selatan, dan Australia mengindikasikan pembukaan yang memerah di seluruh kawasan. Sebelumnya di AS, indeks S&P 500 merosot 1,2% dan ditutup mendekati level terendahnya, sementara Nasdaq 100 terpangkas 1%. Meskipun kontrak berjangka saham AS sempat menguat tipis pada awal perdagangan di Asia pagi ini—memberikan sedikit ruang napas—harga minyak mentah AS justru langsung dibuka melemah pada perdagangan Kamis (18/6).
Pasar obligasi regional juga bersiap menghadapi gelombang aksi jual, mengikuti jejak surat utang pemerintah AS (Treasury). Pasar uang AS saat ini memproyeksikan kenaikan suku bunga kemungkinan besar terjadi pada September dan dan telah sepenuhnya diperhitungkan untuk Oktober, dengan sekitar setengah anggota komite The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini. Imbal hasil obligasi Treasury tenor dua tahun, yang sangat sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed, melonjak 13 basis poin menjadi 4,18%. Dolar AS juga menguat.
Di Asia, yen Jepang melemah ke level terendah terhadap dolar AS sejak Juli 2024, meningkatkan risiko intervensi oleh otoritas Jepang.


























