Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Mentah Turun Meski Laut Merah Masih Panas

News
17 January 2024 06:00

Ilustrasi produksi minyak mentah. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi produksi minyak mentah. (Dok: Bloomberg)

Yongchang Chin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak turun di tengah sentimen risk-off yang meluas di seluruh pasar ditambah dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang mengimbangi kekhawatiran atas ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan lanjutan terhadap kapal-kapal di Laut Merah oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Patokan Brent berada di bawah US$78 per barel setelah berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa, dengan West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$72. Di Asia, China melaporkan data ekonomi beragam yang menyoroti kurangnya pemulihan di negara importir minyak mentah utama tersebut.

Di pasar mata uang, dolar AS mempertahankan kenaikannya setelah lonjakan satu hari terbesar sejak Maret tahun lalu karena para pedagang mengkalibrasi ulang ekspektasi kapan Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga. Hal ini merugikan komoditas.

Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi pusat perhatian. Militan Houthi di Yaman masih mengancam pengiriman kapal di jalur perairan lepas pantai mereka meskipun ada serangan yang dipimpin AS.