Logo Bloomberg Technoz

Walau Impor Naik, Neraca Dagang RI Surplus 43 Bulan Beruntun

Sultan Ibnu Affan
15 December 2023 09:23

Alat berat memindahkan peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Alat berat memindahkan peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor Indonesia tumbuh positif pada November. Meski begitu neraca perdagangan kembali mencetak surplus, sesuatu yang selalu terjadi selama 43 bulan terakhir.

Pada Jumat (15/12/2023), Deputi Kepala BPS Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini mengungkapkan nilai impor Indonesia pada November tercatat US$ 19,59 miliar. Naik 3,29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memperkirakan impor turun 0,04% yoy. Secara bulanan (month-to-month/mtm) impor juga tumbuh 4,89%.

Sebelumnya, Amalia melaporkan nilai impor sebesar US$ 22 miliar. Jadi pada November, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus US$ 2,41 miliar.

Kini neraca perdagangan Indonesia resmi mengalami surplus selama 43 bulan beruntun.