Logo Bloomberg Technoz

"Data mendatang akan penting untuk jalur suku bunga pada masa depan,” kata ekonom senior di Commonwealth Bank of Australia, Belinda Allen. “[Rilis data] Indeks Harga Upah kuartal IV-2022 besok adalah fokus utama.”

Perkiraan rata-rata adalah upah naik 3,5%, sebuah kenaikan yang belum pernah terlihat sejak September 2012.

Jumlah upah yang lebih tinggi akan membuktikan kebenaran dari perubahan kebijakan bank sentral. Rilisan tersebut juga menunjukkan bahwa di antara perdebatan soal kenaikan setengah poin juga ada isu soal pola data harga dan upah yang masuk melebihi ekspektasi, serta risiko persistensi inflasi.

RBA menaikkan suku bunga karena inflasi inti tetap di atas kisaran target 2-3% RBA. Sumber: Bloomberg

Catherine Birch, ekonom senior di Australia & New Zealand Banking Group Ltd., juga melihat RBA kemungkinan akan bersikap hawkish.

“Kekhawatiran seputar risiko kenaikan inflasi sangat kuat. Dari perspektif RBA, ini akan sulit untuk dihadapi jika inflasi makin lekat dan kita tidak mendapatkan penurunan inflasi sesuai harapan.” kata Birch.

Pada akhirnya, RBA condong memilih pergerakan suku bunga seperempat poin menjadi 3,35% dua pekan lalu.

Kebijakan tersebut memberikan ketidakpastian seputar prospek, ekspektasi pandangan soal inflasi telah memuncak, dan fakta turunnya pendapatan riil.

Dewan penetapan tarif juga menyoroti bahwa pertemuan bulanannya mengadakan program rutin untuk menilai ekonomi dan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.

Sementara itu, Australia cukup tertinggal di belakang negara internasional lainnya dalam skala kenaikan suku bunganya setelah kenaikannya hanya sebesar 3,25 poin sejak Mei, dibandingkan dengan 4 di Selandia Baru dan 4,5 di AS.

Kenaikan suku bunga RBA yang lebih lambat mencerminkan upaya Gubernur Philip Lowe untuk membawa ekonomi Australia menuju soft landing.

Kini, pasar uang menyarankan tingkat uang tunai mencapai puncaknya di 4,25% pada Agustus karena inflasi inti tetap jauh di atas target RBA 2%—3%. 

Birch mengestimasikan suku bunga RBA mencapai puncak pada akhir 2024. Bank sentral sendiri tidak memberikan proyeksinya untuk tingkat uang tunai.

Sekadar catatan, Pemerintah Australia akan melansir anggarannya pada Mei yang kemungkinan akan memiliki beberapa langkah pengurangan biaya yang ditargetkan. Meski demikian, Menteri Keuangan Jim Chalmers mengatakan akan tetap membatasi pengeluaran fiskal.

(bbn)

No more pages