Logo Bloomberg Technoz

Meski begitu, Elon Musk punya rekam jejak kurang mampu memenuhi janji sendiri. Salah satunya dalam hal pengiriman produk seperti Cybertruck atau sistem kemudi otonom Tesla.

Twitter (David Paul Morris/Bloomberg)

Saat ini Elon Musk menjadi CEO tiga perusahaan besar. Yakni Twitter Inc., Tesla Inc., dan Space Exploration Technologies Corp (SpaceX). Keputusan ini telah memicu kemarahan para investor Tesla yang khawatir, ia tak akan fokus dalam mengembangkan produsen mobil listrik itu.

Saat ditanyakan soal itu, Elon Musk mengatakan Tesla dan SpaceX berada di posisi yang lebih baik daripada sebelumnya. Bahkan SpaceX bisa membuat banyak kemajuan meski dirinya tidak terlalu banyak terlibat. Adapun Tesla tidak memerlukan perhatian besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tesla sempat melewati masa-masa sulit di mana ia berada di ambang kebangkrutan. Tapi saat ini, dibutuhkan lebih sedikit keterlibatan untuk mengoperasikan Tesla dibandingkan periode tahun 2017-2019," ungkap Elon Musk.

Dalam konferensi ini, Elon Musk diwawancari secara virtual oleh Mohammad Abdullah Al Gergawi, Menteri Urusan Kabinet Uni Emirat Arab yang merupakan ketua KTT tersebut. Pada pertemuan itu, Musk menggambarkan Twitter sebagai startup yang masih terbalik. Menurutnya banyak pembenahan yang perlu dilakukan untuk membawa Twitter ke posisi stabil.

(bbn)

No more pages