Logo Bloomberg Technoz

Dia juga mengatakan, tiga negara dengan surplus neraca perdagangan nonmigas terbesar pada Januari 2023 adalah Amerika Serikat dengan surplus US$ 1,174,3 juta, Filipina US$909,2 juta, dan India US$810,5.

Pada kesempatan yang sama, BPS melaporkan performa pengapalan komoditas ekspor unggulan Indonesia dibuka melemah pada awal tahun ini, sejalan dengan permintaan global yang masih lesu serta tren harga komoditas yang berangsur melembam. 

Nilai ekspor Indonesia secara kumulatif pada Januari 2023 mencapai US$22,31 miliar atau turun 6,36% secara bulanan atau month to month (mtm). 

Namun, secara tahunan atau year on year (yoy), kinerja ekspor masih menguat sebesar 16,37%.

Habibullah mengatakan salah satu penyebab lesunya ekspor secara bulanan adalah koreksi terhadap kinerja penjualan komoditas unggulan seperti besi dan baja, minyak kelapa sawit dan produk turunannya, serta batu bara.

"Sepanjang 2022, [kinerja perdagangan] Indonesia menikmati windfall [durian runtuh] akibat kenaikan harga komoditas unggulan di pasar internasional. Namunn, per Januari 2023, nilai ekspor untuk komoditas unggulan mengalami penurunan secara bulanan," tuturnya.

Penurunan kinerja ekspor komoditas besi dan baja serta minyak kelapa sawit dan produk turunannya  lebih disebabkan oleh tekanan secara volume, alih-alih nilai.

Perkembangan Harga Komoditas Energi, 2018-2022 (Sumber: World Bank, Kementerian ESDM RI; The Indonesia Economic Intelligence (IEI))

Sementara itu, pelemahan ekspor komoditas batu bara lebih disebabkan oleh koreksi harga komoditas tersebut, yang diperparah dengan penurunan permintaan global. 

Secara terperinci, ekspor komoditas besi dan baja pada Januari 2023 hanya mencapai US$ 2,1 miliar, minyak kelapa sawit dan produk turunannya US$2,0 miliar, sert batu bara US$3,4 miliar.

Di sisi lain, impor Indonesia tumbuh positif setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif). Meski begitu, neraca perdagangan masih mampu membukukan surplus.

Habibullah menjabarkan nilai impor Indonesia pada Januari 2023 adalah US$18,44 miliar, tumbuh 1,27% yoy.

Meski tumbuh terbatas, kinerja impor Januari 2023 jauh lebih baik dibandingkan Desember 2022 yang terkontraksi 6,61% yoy.

(wdh)

No more pages