"Ini tentunya perlu menjadi pelajaran untuk kita semua, dan kami ingin Polri tetap solid," ujar Suyudi.
Dia pun meminta seluruh anggota Korps Bhayangkara untuk tetap fokus dalam menjalankan tugas di setiap wilayah hukum Indonesia. Dia mengklaim telah meminta seluruh jajaran untuk tak terpengaruh dengan kasus penyadapan yang tengah diusut Dittipisiber Bareskrim Polri.
"Untuk seluruh anggota di seluruh wilayah Indonesia untuk tetap bekerja dengan baik, melaksanakan tugas-tugas memelihara kamtibmas, senantiasa bersama masyarakat sesuai dengan slogan kami, slogan kita semua, yaitu Polisi Bersama Masyarakat," ujar dia.
Suyudi menilai, tugas polisi yang tiba-tiba harus mengusut sebuah kasus yang menjerat rekannya sendiri adalah dinamika yang tak bisa dihindarkan dalam penegakan hukum. Namun, dia menegaskan semua prosesnya semata profesional.
"Kami menyadari bahwa dinamika pekerjaan dan tugas kami di Kepolisian Republik Indonesia tentunya sangat dinamis, banyak tantangan, terutama apa yang terjadi di belakangan ini yang terkait dengan adanya penangkapan terhadap beberapa Pati Polri yang terkait dengan kasus penyadapan yang saat ini sedang kita tangani," ujar dia.
Pada saat ini, Bareskrim Polri setidaknya sudah menetapkan empat perwira tinggi kepolisian sebagai tersangka. Salah satunya adalah Kapolri 2021-2026 Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sedangkan tiga lainnya adalah jenderal bintang dua yang punya karir cemerlang di kepolisian yaitu Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.
(mef/frg)





























