Logo Bloomberg Technoz

Untuk 2027, Ahmad memastikan alokasi capex PGEO akan lebih besar dibandingkan tahun ini. Dia menyebut kenaikannya akan signifikan, meski belum memerinci nilai anggaran yang disiapkan perseroan.

“Lebih tinggi lah, signifikan lebih tinggi,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, belanja modal dilakukan dengan mempertimbangkan tahapan pengerjaan proyek. Perseroan tidak perlu mempercepat pengeluaran apabila kebutuhan belanja proyek tersebut baru muncul pada tahap berikutnya.

“Kalau memang harus di-spend nanti, kenapa kita harus spend sekarang. Itu intinya adalah kita menatap bahwa facing stages tahap bertahap untuk proyek itu dengan stringent dan kita bisa mengalokasi dengan sebaik-baiknya,” tutur Ahmad.

Berdasarkan paparan publik perseroan, PGEO telah merealisasikan capex sebesar US$43,05 juta atau sekitar Rp781,27 miliar hingga September 2026. Nilai tersebut turun 15,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$50,67 juta.

Realisasi tersebut terdiri atas capex ekspansi sebesar US$23,27 juta dan capex pemeliharaan sebesar US$19,78 juta. Belanja ekspansi antara lain digunakan untuk kegiatan eksplorasi Gunung Tiga serta pengeboran eksplorasi Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4.

Di sisi lain, PGEO menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028. Perseroan juga membidik peningkatan kapasitas menjadi 1,8 GW hingga 2 GW pada 2034.

(fik/ell)

No more pages