Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, perkembangan di Timur Tengah juga menjadi angin segar bagi emas. Bloomberg News memberitakan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mendapatkan mandat dari Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei untuk bernegosiasi demi mencapai perdamaian dengan Amerika Serikat (AS).

Kabar ini langsung membuat harga minyak anjlok. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup ambruk 8,17% ke US$ 104,17/barel.

Dinamika ini memunculkan harapan bahwa lonjakan harga energi bisa diredam. Dengan begitu, bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) tidak perlu terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini, Selasa (3/11/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali ke jalur koreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish, Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 37. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 21. Menghuni area jual (short) yang kuat, bahkan sudah hampir jenuh (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berpotensi menguji resisten terdekat di US$ 3.961/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.004/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Namun andai harga emas turun lagi, cermati pivot point US$ 3.894/troy ons. Dari sini, ada risiko mengetes level US$ 3.887-3.864/troy ons.

(aji)

No more pages