Logo Bloomberg Technoz

Terbatasnya pasokan dari kawasan Teluk Persia, ditambah meningkatnya serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia, telah mendorong harga bahan bakar naik dalam beberapa bulan terakhir.

“Sejumlah besar premi risiko mulai tergerus dari harga minyak mentah maupun gas alam Eropa,” kata Darrell Fletcher, managing director bidang komoditas di Bannockburn Capital Markets. “Ironisnya, ini juga terjadi sehari sebelum pemilihan paruh waktu.”

Harga minyak merosot. (Bloomberg)

Berita tersebut mendorong harga minyak acuan AS turun menembus ambang psikologis penting US$100 per barel, ketika para pemilih AS bersiap memberikan suara pada Selasa.

Tekanan politik terhadap Trump untuk mengakhiri perang semakin meningkat. Namun, manfaat dari penurunan harga pada Senin datang terlalu terlambat untuk meringankan beban pengendara kendaraan bermotor yang selama ini tertekan oleh tingginya harga bahan bakar di SPBU.

Meski demikian, Trump menyoroti penurunan harga tersebut dalam pernyataannya pada sore hari, sehingga mendorong harga minyak sedikit lebih rendah menjelang penutupan perdagangan.

Ketika ditanya apakah akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemungutan suara pada Selasa, Trump menjawab “tidak”, menurut laporan kelompok wartawan yang mendampinginya.

Pelaku pasar masih mewaspadai upaya diplomatik yang berlangsung tidak konsisten dan sejauh ini belum menghasilkan perdamaian.

Kedua pihak yang berkonflik hingga kini belum berhasil menyepakati persyaratan untuk membuka kembali sepenuhnya jalur energi paling penting di dunia tersebut, sehingga konflik masih berada dalam situasi tanpa kepastian penyelesaian.

Faktor teknikal juga memperbesar tekanan jual di pasar minyak. Para penasihat perdagangan komoditas yang mengikuti tren (trend-following commodity trading advisers) memangkas posisi beli (long position) pada kontrak Brent menjadi 91% dari 100% pada awal sesi perdagangan, menurut data Bridgeton Research Group milik Kpler.

Para trader otomatis tersebut dikenal memiliki kecenderungan memperbesar fluktuasi harga.

Harga minyak sempat menguat pada Oktober dan mencapai level tertinggi dalam enam bulan, meskipun arus pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz kembali meningkat.

Trump berulang kali mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu, meskipun pemerintahannya mengisyaratkan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama.

Risiko serangan terhadap kapal-kapal di jalur perairan tersebut terus membayangi industri pelayaran. Kondisi ini terjadi meskipun negara-negara produsen di kawasan Teluk Persia berhasil meningkatkan volume pengiriman minyak, bahkan pada beberapa kesempatan mencapai tingkat yang mendekati kondisi sebelum perang.

Di luar Timur Tengah, Kazakhstan untuk sementara menghentikan aliran minyak mentah menuju Rusia melalui jaringan pipa Atyrau-Samara setelah terjadi serangan pesawat nirawak.

Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama ekspor minyak Kazakhstan, dengan volume pengiriman sekitar 7,5 juta ton atau setara sedikit di atas 200.000 barel per hari dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

(bbn)

No more pages