Logo Bloomberg Technoz

Presiden Iran itu tidak menjelaskan sejauh mana kewenangan baru yang diberikan oleh Mojtaba Khamenei tersebut, ataupun apakah hal itu menandakan perubahan yang lebih luas terhadap batasan-batasan yang ditetapkan Republik Islam dalam perundingan tidak langsung dengan AS.

Meski demikian, investor menafsirkan pernyataannya sebagai sinyal bahwa babak baru pertempuran antara Teheran dan Washington dapat dihindari melalui jalur diplomasi.

Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak global, turun paling tajam dalam sekitar tiga bulan dan mengakhiri perdagangan di kisaran US$105 per barel.

Kemudian pada Senin, Trump mengatakan AS tetap terbuka terhadap perundingan dan mengisyaratkan adanya kemajuan, meski tidak memberikan perincian maupun bukti.

“Mereka ingin mencapai kesepakatan, dan itu bisa saja terjadi,” kata Trump kepada wartawan di Washington dalam pernyataan penutupnya menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections). Dia menambahkan bahwa harga minyak turun karena “tampaknya semuanya berjalan sangat baik menuju kesepakatan” dan “masyarakat telah mengetahui hal tersebut”.

Beberapa saat kemudian, Trump menggelengkan kepala sambil mengatakan “Tidak” ketika seorang wartawan melontarkan pertanyaan apakah dia akan kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu pada Selasa.

Presiden AS tersebut berulang kali mengatakan akan menyelesaikan konflik dengan Iran dengan satu atau lain cara, sesekali mengancam akan kembali melancarkan serangan setelah pemilihan paruh waktu.

Donald Trump. dok: Bloomberg

Sepanjang perang berlangsung, Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan baru atau meningkatkan eskalasi militer, sekaligus mengklaim adanya kemajuan diplomatik tanpa disertai perkembangan substantif.

Sejumlah pernyataan Trump sebelumnya mengenai perang Iran berulang kali menggerakkan pasar minyak. Tingginya harga bahan bakar telah menjadi persoalan yang membebani Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu yang akan berlangsung pada Selasa.

Setelah menyampaikan pernyataannya pada Senin, Trump menulis di media sosial bahwa “Harga minyak TURUN TAJAM, merosot hampir US$10 per barel, sebuah REKOR, karena masyarakat merasa tidak akan ada perang dengan Iran.”

Berbicara tak lama setelah Trump, Wakil Presiden JD Vance secara terpisah mengatakan kepada wartawan bahwa “kami telah melakukan sejumlah pembicaraan yang baik dengan pihak Iran” dan bahwa “Presiden dan saya sama-sama merasa cukup optimistis terhadap prospek tercapainya penyelesaian melalui negosiasi.”

“Tentu saja, pihak Iran selalu sedikit sulit diprediksi,” lanjut Vance. “Namun, kami jelas telah mencapai sejumlah kemajuan. Kita lihat apakah kami bisa membuat kemajuan lebih lanjut.”

Negara-negara di kawasan meningkatkan upaya diplomatik untuk mencegah kembali pecahnya pertempuran antara AS dan Iran setelah beberapa bulan relatif tenang.

Pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan melakukan kunjungan ke Teheran pekan lalu, sementara mediator Qatar menggelar pembicaraan dengan Iran di Teheran dan Doha sepanjang akhir pekan.

Perbedaan mendasar masih membayangi kedua pihak yang berperang. Teheran menginginkan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhannya dicabut, sanksi dilonggarkan, serta aset-asetnya yang dibekukan dibebaskan sebelum membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang strategis. Sementara itu, Washington menuntut konsesi terkait program nuklir Iran.

“Mengingat sensitivitas situasi saat ini, konsultasi dan pembahasan telah berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada IRNA dalam kunjungannya ke Turkmenistan.

“Kami telah menyampaikan persyaratan dan rencana kami, dan semuanya bergantung pada rasionalitas politik Washington,” ujarnya. “Jika mereka berniat melakukan penipuan dan operasi militer, mereka akan menghadapi respons yang lebih keras dan lebih besar dibandingkan sebelumnya.”

Bagi sebagian pihak, perbedaan antara kedua negara terlalu besar untuk dijembatani oleh pemerintah AS maupun Iran tanpa konsesi yang signifikan.

“Tidak ada hal baru di sini. Pemimpin Tertinggi telah memberikan mandat negosiasi yang terbatas kepada pemerintah, dengan garis merah yang jelas,” kata Ali Vaez, analis senior sekaligus direktur Iran Project di International Crisis Group.

“Teheran bersedia merundingkan penghentian perang, tetapi mereka menginginkan lebih dari sekadar jeda sebelum babak permusuhan berikutnya. Iran mengupayakan perdamaian yang berkelanjutan dan dapat memulihkan daya tangkal militernya,” ujarnya.

Khamenei telah memerintahkan para komandan militer tertingginya untuk bersiap menghadapi konfrontasi kembali dengan AS dan Israel serta memperluas opsi pembalasan Teheran, meskipun diplomat tertingginya mengisyaratkan adanya kemajuan dalam perundingan diplomatik.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran negara-negara Arab di kawasan Teluk bahwa Iran yang kini lebih siap dapat melancarkan perang yang jauh lebih merusak di seluruh kawasan, sehingga negara-negara tersebut harus menanggung dampak kehancurannya.

Axios sebelumnya melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa dirinya tetap terbuka untuk memberikan waktu lebih lama bagi upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

(bbn)

No more pages