Harga sebagian besar mata uang kripto utama relatif tidak berubah pada Minggu. Kondisi ini mengindikasikan pulihnya kepercayaan investor setelah Binance berjanji menanggung seluruh kerugian. Bitcoin, yang mencakup sekitar 60% dari total nilai pasar sektor kripto, diperdagangkan di kisaran US$77.700, atau sekitar 5% di bawah level tertingginya pada Kamis, sebelum serangan terjadi.
Binance mengatakan telah mengganti sekitar 90% aset kripto yang dibawa kabur peretas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi janji untuk mengganti seluruh kerugian nasabah. Dana yang terkuras dalam serangan tersebut terdiri atas sejumlah mata uang kripto terbesar, termasuk Bitcoin, Ether, serta stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS, yakni USDT dan USDC.
“Komitmen kami tidak berubah: Binance akan menanggung dampak finansial dari dana yang dicuri tersebut. Kerugian ini tidak akan dibebankan kepada pengguna,” kata perusahaan.
Bursa tersebut mampu menanggung kerugian karena selama ini terus menginvestasikan sebagian pendapatannya ke dalam aset kripto, kata Co-Chief Executive Officer Binance Richard Teng dalam video yang diunggah ke media sosial pada Jumat. Yi He, yang juga menjabat sebagai co-CEO, mengatakan pendapatan Binance tahun ini akan sepenuhnya menutupi nilai aset yang hilang.
“Pada tingkat tertentu, ini menunjukkan seberapa matang industri ini sekarang. Kami melihat respons yang luar biasa cepat,” kata Haseeb Qureshi, mitra pengelola di perusahaan modal ventura Dragonfly.
Kekhawatiran terhadap risiko keamanan siber di industri kripto yang didukung kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat. Sejumlah pakar keamanan meyakini peretas Korea Utara telah memasukkan perangkat AI ke dalam persenjataan mereka, terutama untuk membantu pengintaian dan rekayasa sosial (social engineering). Selain FBI, perusahaan intelijen blockchain TRM Labs, Chainalysis, dan Elliptic juga menunjuk peretas Korea Utara sebagai pelaku serangan tersebut.
Serangan siber lainnya dalam beberapa waktu terakhir turut menyasar pasar prediksi Polymarket, perusahaan keuangan Korea Selatan Mirae Asset Global Investments dan Daishin Securities, serta platform perdagangan mata uang Jepang GMO Internet Group Inc.
Skala Binance jauh melampaui para pesaingnya di industri kripto. Menurut data DefiLlama, Binance mengelola aset sekitar US$135 miliar, dibandingkan dengan sekitar US$29 miliar pada OKX, bursa kripto terbesar kedua.
Binance memiliki dana asuransi dan cadangan darurat bernama Secure Asset Fund for Users (SAFU), yang dibentuk pada 2018 untuk menjadi penyangga perlindungan nasabah dalam “situasi ekstrem”, menurut perusahaan. SAFU umumnya dipertahankan pada kisaran US$1 miliar, tetapi nilainya pernah berfluktuasi mengikuti pergerakan pasar, kata Binance pada 2024.
Sebelumnya, Binance mengatakan insiden tersebut kemungkinan melibatkan laptop milik seorang insinyur perangkat lunak yang telah disusupi, serta “titik-titik pelanggaran keamanan tambahan”. Perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti kebocoran kunci privat (private keys).
(bbn)
























