“Kami sudah melakukan backtest bahwa dengan pengeluaran saham-saham HSC tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi dapat mengakibatkan IHSG kita lebih kredibel, yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking terhadap indeks kita,” kata Jeffrey, dikutip Minggu (1/11/2026).
Jeffrey menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari penerapan ketentuan sebelumnya yang mengecualikan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari sejumlah indeks, yakni IDX30, LQ45, dan IDX80.
Dalam penerapannya terhadap IHSG, saham-saham yang masuk kategori HSC nantinya tidak lagi diperhitungkan dalam indeks. Sementara itu, bobot yang sebelumnya dimiliki saham tersebut akan dialihkan kepada saham lain yang masih tercatat sebagai konstituen.
“Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis. Sama seperti ketika kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi bobot tersebut akan diberikan kepada saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks,” ujarnya.
Dengan mekanisme tersebut, BEI menilai pengeluaran saham HSC tidak akan langsung memicu perubahan drastis terhadap pergerakan IHSG.
Kebijakan ini juga diarahkan untuk membuat indeks lebih mencerminkan kondisi pasar saham yang dapat dijadikan acuan investor dalam melakukan investasi maupun melacak kinerja pasar.


























