Logo Bloomberg Technoz

Harga minyak mentah naik pada hari Jumat setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa seorang panglima militer AS tingkat tinggi telah memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump mengenai opsi-opsi militer terhadap Iran.

Meskipun harga kontrak berjangka tembaga mengalami penurunan, pasar fisik justru dilanda kelangkaan pasokan setelah lonjakan pengiriman ke AS.

Harga spot tembaga di LME diperdagangkan hampir US$200 per metrik ton di atas harga acuan kontrak berjangka tiga bulan pada hari Jumat, yang menandakan adanya tekanan pasar jangka pendek.

Premium Yangshan, yang mengukur selisih harga yang dibayarkan importir China di atas harga London Metal Exchange, melonjak pada Rabu menjadi lebih dari US$200 per ton dan tetap berada di sekitar level tersebut sejak saat itu—tertinggi dalam data Fastmarkets sejak 2017. 

Selisih harga yang tajam ini mencerminkan persaingan yang semakin ketat untuk logam tersebut, baik di dalam maupun di luar negeri.

Persediaan tembaga di China berada di bawah tingkat normal untuk periode ini, sementara pabrik peleburan tembaga telah mengurangi produksi dan mengancam akan melakukan pemangkasan lebih lanjut karena menghadapi kenaikan biaya. 

Produksi tembaga murni China turun 1,1% pada kuartal ketiga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Harga kontrak berjangka tembaga tiga bulan turun 0,9% di LME menjadi US$14.227 per ton pada pukul 10.45 waktu setempat. Harga aluminium relatif stabil di US$3.077,50 per ton. Harga seng dan nikel juga stabil.

(bbn)

No more pages