LOGAM DASAR
Nikel Lanjut Reli Imbas Wacana Tekan Produksi Smelter China di RI
Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2026 11:55

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana pemangkasan produksi 4 perusahaan smelter China di Indonesia menjadi salah satu penyebab harga logam nikel dunia kembali melanjutkan penguatan di atas US$16.000-an per metrik ton (mt).
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkapkan harga logam nikel sebelumnya tidak bergerak menguat di tengah tren kenaikan harga sejumlah logam dunia, dipengaruhi permasalahan kelebihan pasokan dan penurunan permintaan.
Tak ayal, langkah pemangkasan produksi—termasuk kabar bakal dilakukannya pemangkasan produksi oleh 4 smelter China nikel di Indonesia—memberikan sinyal positif terhadap pasokan yang berlebih dan harga.
“Jadi wajar kalau harga nikel ini terus mengalami kenaikan. Sebenarnya dalam kondisi kayak gini pada saat harga-harga [logam dasar] yang lain naik, seharusnya harga nikel naik. Namun, kok harga nikel turun? Karena kebutuhan baterai listrik turun,” kata Ibrahim kepada Bloomberg Technoz, Kamis (22/10/2026).
Moratorium Smelter






























